Warga Positif Covid-19 Diminta Terbuka

- Kamis, 15 Juli 2021 | 20:51 WIB
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dokter Alexander K Ginting menyampaikan materi dalam talk show virtual, Kamis (15/7). (SM/Moch Kundori)
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dokter Alexander K Ginting menyampaikan materi dalam talk show virtual, Kamis (15/7). (SM/Moch Kundori)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dokter Alexander K Ginting mengimbau masyarakat yang terpapar virus korona (Covid-19) untuk terbuka.

Misalnya melapor kepada RT atau RW setempat agar ada pendampingan saat isolasi mandiri di rumah.

"Kalau kita melaksanakan isolasi mandiri di rumah, laksanakanlah dengan panduan isolasi mandiri. Berkoordinasilah dengan RT atau RW setempat, dan kemudian ada instrumen layanan telemedicine dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan konsultasi dan obat gratis bagi pasien Covid-19," katanya saat menjadi narasumber dalam talk show virtual melalui aplikasi zoom, Kamis (15/7).

Baca Juga: Masyarakat Punya Peran Tekan Kasus Corona di Tingkat Keluarga

Pentas wicara dengan tema "Update RSDC Wisma Atlet: Bangun Kolaborasi Atasi Pandemi" itu juga menghadirkan pembicara lain yaitu Kolonel Kes dokter Mintoro Sumego MS
(Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran).

Menurut Alexander, berkoordinasi dengan RT atau RW dan keluarga penting untuk pendampingan saat isolasi mandiri itu. Meski begitu, protokol kesehatan harus tetap ditaati dalam pendampingan itu.

Pendampingan ini, untuk mengantisipasi jika terjadi perburukan kondisi pasien, bisa segera dilakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat.

"Kenapa kita jumpai di rumah sakit terjadi antrian pasien, ini karena saat isolasi mandiri kurang terpimpin atau kurang konsultasi. Sehingga datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi sesak nafas.

Baca Juga: Semangati Disabilitas, BLBI Abiyoso Salurkan Bantuan ATENSI untuk Modal Usaha

Sebenarnya jika positif tetapi tidak bergejala, bisa dipertahankan tidak bergejalanya itu. Begitu juga bagi yang memiliki penyakit komorbit seperti hipertensi atau diabetes, bisa dilakukan terapi penyakit itu," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X