Vaksinasi Gotong Royong, Menaker: Sangat Penting bagi Pekerja di Sektor Esensial dan Kritikal

- Kamis, 15 Juli 2021 | 19:52 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8). (Foto: BPMI)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8). (Foto: BPMI)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menaker Ida Fauziah mengatakan bahwa pengadaan program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) bagi ketenagakerjaan menjadi hal yang sangat penting.

Terutama bagi buruh dan pekerja yang berkiprah di sektor esensial dan kritikal.

Dalam kaitan itu, pihaknya mendapatkan komitmen pemenuhan pasokan vaksin untuk keperluan tersebut dari produsennya.

“Kami memberikan apresiasi Bio Farma dalam memastikan ketersediaan alokasi vaksin dan tambahan alokasi vaksin untuk industri padat karya," katanya, saat kunjungan ke produsen vaksin yang berbasis di Bandung seperti dalam keterangan yang diterima Kamis 15 Juli 2021.

Baca Juga: Percepat Penyembuhan, Pasien Isoman Perlu Cukup Nutrisi

Untuk dapat lepas dari masa pandemi ini, tegasnya, pilihannya tak banyak yakni menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mempercepat pemberian vaksinasi.

Percepatan pemberian vaksinasi ini perlu cepat dilakukan.

Dirut Bio Farma, Honesti Basyir, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mendatangkan vaksin Covid-19 dari berbagai macam sumber.

Prosesnya baik pendekatan bilateral mau pun pendekatan multilateral.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Harus Berani Out Of the Box

Untuk pendekatan bilateral sudah berjalan ditandai dengan kiriman pasokan yang untuk sementara mencapai 115,5 juta bulk dari Sinovac.

Untuk keperluan Vaksinasi Gotong Royong, produsen Sinopharm sudah mengirimkan sebanyak 3,7 juta dosis.

Sedangkan untuk jalur multilateral, dilakukan melalui jalur kerjasama Covax Facility. Setidaknya BUMN farmasi itu sudah menerima sebanyak 16,2 juta dosis.

Dengan demikian, total jumlah vaksin yangs udah diterima Indonesia sebanyak 137,6 juta dosis.

Baca Juga: Percepat Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes

Itu termasuk vaksin pertama yang dikirim pada Desember 2020 dalam bentuk jadi yaitu sebanyak 3 juta dosis.

Saat ini, mereka sudah mampu untuk memproduksi vaksin sendiri dari Sinovac.

"Untuk kontrak dengan SInovac, mereka sudah sepakat untuk mengirimkan sebanyak 140 juta dosis, dan berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan akan ada opsi penambahan sebanyak 120 juta dosis," jelas Honesti.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X