Vonis untuk Edhy Prabowo Diprediksi sesuai Tuntutan JPU, MAKI: Seharusnya Naik 10 Tahun

- Kamis, 15 Juli 2021 | 15:18 WIB
Boyamin Saiman/Foto Pikiran Rakyat Bekasi
Boyamin Saiman/Foto Pikiran Rakyat Bekasi


JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, hari ini akan menjalani sidang putusan dalam kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman memprediksi vonis hakim terhadap Edhy Prabowo akan sama dengan tuntutan JPU KPK.

“Saya rasa hakim akan memutus itu sama dengan tuntutan,” kata Boyamin ketika dihubungi oleh ANTARA, di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Google Luluskan 2.250 Mahasiswa Bangkit dari Angkatan 2021

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Edhy Prabowo dipenjara 5 tahun dan denda sebesar Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan, ditambah dengan kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp9.687.447.219 dan 77 ribu dolar AS subsider 2 tahun penjara.

Meski demikian, Boyamin menyatakan ketidakpuasannya terhadap tuntutan yang diberikan oleh JPU KPK karena tindak kriminal yang dilakukan oleh seorang menteri yang seharusnya menjaga kesejahteraan dan amanat dari rakyat.

“Saya harap vonis yang diberikan akan lebih tinggi dari tuntutan jaksa, seharusnya (dinaikkan menjadi) 10 tahun,” kata Boyamin menambahkan.

Boyamin juga menekankan, bila Edhy memiliki tujuan untuk meningkatkan penghasilan lebih banyak melalui kebijakan budi daya dan ekspor benih lobster, maka sudah selayaknya seluruh hasil diberikan kepada nelayan.

Baca Juga: RSUD Tugurejo 100 Persen Diperuntukkan Khusus Pasien Covid-19, Ganjar: 3 RS Provinsi Dioptimalkan

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X