300 Ribu Paket Obat COVID-19 Disalurkan, Menko Luhut: Kurangi Permintaan Oksigen

- Kamis, 15 Juli 2021 | 14:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan./Foto: dok. Menko Maritim (Nugroho Wahyu Utomo)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan./Foto: dok. Menko Maritim (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia hari ini akan menyalurkan 300 ribu paket obat untuk pasien COVID-19 dengan target sasaran prioritas adalah masyarakat miskin yang bergejala ringan dan tanpa gejala.

"Penanganan kasus dini, ringan untuk tidak masuk sedang dan berat itu super penting untuk mengurangi permintaan oksigen seperti sedang dan berat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/7).

Luhut menjelaskan 300 ribu boks obat itu terdiri dari 10 persen paket OTG, 60 persen paket gejala demam dan anosmia, serta 30 persen paket gejala ringan demam disertai batuk.

Baca Juga: Penyaluran Obat Isoman Gratis Harus Diawasi Secara Ketat

Menurutnya, alokasi penyaluran obat berdasarkan jumlah  kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di masing-masing kabupaten dan kota.

Pusat Kesehatan TNI akan menjadi pusat komando distribusi obat tersebut bersama masing-masing Kesdam.

"Soal 300 ribu paket hari ini presiden akan meluncurkannya. Kriterianya dokter-dokter sudah tahu itu, jadi saya kira sudah enggak ada masalah, semua kami sudah siapkan dengan baik," kata Luhut.

Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Amerika Serikat, Mendag Bahas Kerja Sama Suplai dan Distribusi Vaksin Covid-19

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pemerintah sedang berupaya mendatangkan obat-obatan ampuh yang terbilang mahal dari berbagai negara, seperti Interavenous immune globulin, Interleukin-6 Tocilizumab sebanyak 39 ribu vials, Remdisivir, hingga Favipiravir.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X