Kemenag Imbau Merayakan Idul Adha dengan Prokes Ketat demi Kemaslahatan Umat

- Kamis, 15 Juli 2021 | 11:51 WIB
Ilustrasi Idul Adha./freepik (Jati Prihatnomo)
Ilustrasi Idul Adha./freepik (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) meminta agar umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1422 H dengan disiplin protokol kesehatan tinggi.

Hal itu perlu dilakukan mengingat perkembangan jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia yang kian memprihatinkan.

"Marilah kita rayakan Hari Raya Idul Adha ini dengan disiplin dan protokol kesehatan ketat. Hendaknya ibadah kita semua akan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat dan kita dapat segera melalui pandemi Covid-19 ini," kata Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, M. Fuad Nasar dalam webinar bertajuk 'Mari Berqurban Jangan Jadi Korban' yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), baru-baru ini.

Baca Juga: Update Pelamar CPNS, Kemenkumham Masih Paling Diminati

Fuad mengatakan, protokol yang dimaksud mencakup tata laksana ibadah dan ritual yang diperkirakan akan memicu kerumunan massa, yang dikhawatirkan akan berdampak pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Seperti dengan melakukan peniadaan takbiran, peniadaan Sholat Ied, hingga tatalaksana penyembelihan hewan kurban.

Menurut Fuad, pemerintah berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjamin agar tidak terjadi kerumunan pada saat prosesi penyembelihan hewan kurban.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 50 Ribu, Jawa-Bali Sumbang 77,7 Persen

Khusus takbiran dan shalat Ied, Kemenag RI sudah mengeluarkan edaran yang melarang pelaksanaan takbiran baik di mesjid, mushalla maupun takbiran keliling.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X