Varian Delta Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia dan Dunia, LIPI: Bisa Manipulasi Anti Bodi

- Rabu, 14 Juli 2021 | 15:35 WIB
webinar yang diselenggarakan Kadin Indonesia dengan tema Mengenal Varian SARS CoV-2 dan upaya Meningkatkan Protokol Kesehatan di Lingkungan Pelaku Usaha, Rabu 14 Juli 2021. (suaramerdeka.com /dokumentasi)
webinar yang diselenggarakan Kadin Indonesia dengan tema Mengenal Varian SARS CoV-2 dan upaya Meningkatkan Protokol Kesehatan di Lingkungan Pelaku Usaha, Rabu 14 Juli 2021. (suaramerdeka.com /dokumentasi)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Penyebaran varian Delta menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 semakin tinggi tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

"Varian baru delta ini bisa memanipulasi anti bodi dan obat bahkan tidak terdeteksi saat PCR sehingga bisa menimbulkan penularan yang cepat dan memperparah penyakit," kata Dr. Ratih Asmana Ningrum, Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat webinar yang diselenggarakan Kadin Indonesia dengan tema Mengenal Varian SARS CoV-2 dan upaya Meningkatkan Protokol Kesehatan di Lingkungan Pelaku Usaha, Rabu 14 Juli 2021.

Baca Juga: Unicef Sebut 463 Juta Anak Tak Bisa Ikuti PJJ, Rektor Upgris: Jadi Tantangan Pendidik

Menurutnya varian delta ini kemampuan menularkannya bisa sampai 8 orang jika dibandingkan varian original Covid-19 yang hanya 2 orang. Di dunia pun varian delta ini juga menjadi yang terbanyak ditemui dan membuat kenaikan jumlah kasus. Sehingga hal itu harus diwaspadai.

"Deteksi varian delta meningkat di April Mei Juni 2021. Terutama setelah liburan Idul Fitri dan tertinggi sampai sekarang," ujarnya

Namun menurut varian delta bisa dicegah dengan penerapan protokol kesehatan 5M dengan sangat ketat.

Baca Juga: Kepergok Tiga Pilar Tak Bawa Kartu Vaksinasi, Belasan Penumpang Bus Dilarang Berangkat

Prof Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan Covid-19 ini merupakan penyakit baru dan penelitiannya akan terus dinamis dan berubah dari waktu ke waktu.

Hal itu juga seperti munculnya varian baru delta sehingga penelitiannya pun pasti akan berubah.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X