Vaksin Booster Nakes Akan Dimulai Secepatnya, Menkes: Kita Butuh Rekrut 20 Ribu Perawat

- Rabu, 14 Juli 2021 | 10:48 WIB
Tenaga Kesehatan/Foto Antara
Tenaga Kesehatan/Foto Antara

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi tertular virus Covid-19 meski telah divaksinasi.

Lingkup kerja mereka langsung berhadapan dengan pasien konfirmasi positif atau bahkan langsung berhadapan dengan virusnya.

Dengan risiko yang demekian tinggi, kata Menkes, mengharuskan mereka mendapatkan vaksin penguat (booster).

Vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ke-3 bagi tenaga kesehatan itu rencananya akan dilakukan sesegera mungkin setelah memfinalisasi diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, dan bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan moderna.

Baca Juga: Indonesia Terima 3,4 Dosis Vaksin AstraZeneca Lewat Kerja Sama Multilateral Jalur Fasilitas Covax

''Akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,'' kata Menkes dalam konferensi pers virtual.

Budi Gunadi prihatin banyak perawat dan dokter yang terkena virus Covid-19 harus diisolasi mandiri.

Menkes menjelaskan pemerintah akan terus memperhatikan kesehatan para tenaga kesehatan, perawat, dokter, hingga bidan yang menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah akan segera menambah perlindungan bagi tenaga kesehatan dengan melakukan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi IX DPR Desak Vaksinasi Berbayar Dibatalkan Bukan Ditunda

“Rencananya akan sesegera mungkin sesudah kita memfinalisasikan diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna bagi mereka yang akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,” tandasnya.

Selain vaksin booster, Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan akan dokter dan perawat untuk menangani pasien Covid-19 yang bertambah dalam beberapa pekan terakhir ini.

Penambahan tenaga kesehatan ini diperlukan seiring dengan ditambahnya tempat tidur dan rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19.

Menteri Kesehatan memperkirakan ada kebutuhan sekitar tiga ribu dokter seiring dengan penambahan kasus Covid-19.

“Kami sudah mengidentifikasi ada kebutuhan antara 16-20 ribu perawat dan kita sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga perawat yang sudah lulus sekolahnya, sudah lulus juga uji kompetensinya, dan masih di tingkat akhir,” ujar Menteri Kesehatan.

Kemenkes sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga perawat yang sudah lulus sekolahnya, sudah lulus juga uji kompetensi nya, dan masih di tingkat akhir.

Kebijakan ini sesuai arahan Presiden yang selanjutnya akan dibicarakan dengan Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik.

Bagaimana dengan kekurangan tenaga dokter?

''Kami juga melihat bahwa dokter-dokter yang akan selesai internshipnya di tahun ini ada sekitar 3.900. jadi kita juga sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus dan bersiap untuk segera masuk (bertugas menangani pasien Covid-19),'' tambah Menkes.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X