Kritik Revisi Pembukaan Masjid, MUI: Bias Makna dan Tidak Tegas

- Selasa, 13 Juli 2021 | 10:12 WIB
Kegiatan shalat berjamaah di masjid. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Kegiatan shalat berjamaah di masjid. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah akhirnya merevisi aturan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tentang penutupan rumah ibadah.

Namun MUI meminta Pemerintah memperjelas aturan pembukaan kembali masjid untuk kegiatan ibadah secara terbatas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis mengapresiasi pemerintah yang merevisi aturan PPKM Darurat dan mengiiznkan kembali membuka rumah ibadah, namun MUI menilai isi peraturan tersebut masih belum tegas dan bias makna.

Baca Juga: Krisis Nakes dan Oksigen Bikin RS Kolaps, Ini Rekomendasi Muhammadiyah

“Terdapat kalimat membatasi kegiatan beribadah di dalam Inmendagri harusnya dibuat lebih jelas lagi, tentang fungsi masjid tidak apa bila jadi tempat syiar asal tidak menimbulkan kerumunan,” tutur Kiai Cholil  sebagaimana dilansir laman mui.or.id.

Nafis minta perlunya aturan jelas sampai mana batasan masyarakat bisa melaksanakan ibadah.

MUI menyarankan pada pemerintah agar daerah zona merah harus lebih diperketat protokol kesehatannya.

Beberapa protokol itu, kata Kiai Cholil, pemberlakuan pengecekan suhu dan batas kapasitas di masjid, apabila sudah berlebih jangan lagi menampung jamaah yang bisa menimbulkan kerumunan.

Baca Juga: Pemkab Banyumas Siapkan Rp 3 Miliar untuk JPS, Pendaftar Sudah Lebih dari 15 Ribu orang

“Terkait hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah untuk beri edukasi pada takmir-takmir masjid. Bagi masyarakat juga mohon kerjasamanya apabila ada tanda-tanda demam sebaiknya tidak perlu pergi ke masjid,” tutur Kiai Cholil.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X