Aerator Akuarium Jadi Solusi Krisis Oksigen

- Selasa, 13 Juli 2021 | 04:47 WIB
SM/Castro Suwito : ALAT BANTU NAPAS : Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto SpB menunjukkan alat bantu napas Portable Oxygen Concentrator Banjarnegara Islamic Hospital (POCBIH) yang dirakit karyawannya untuk mengatasi krisis oksigen. (55)
SM/Castro Suwito : ALAT BANTU NAPAS : Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto SpB menunjukkan alat bantu napas Portable Oxygen Concentrator Banjarnegara Islamic Hospital (POCBIH) yang dirakit karyawannya untuk mengatasi krisis oksigen. (55)

Sebulan terakhir, sebagian besar rumah sakit di Tanah Air mengalami krisis oksigen. Berbagai cara diupayakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Begitu pula yang dilakukan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara.

SEIRING melonjaknya kasus Covid-19, RSI Islam Banjarnegara termasuk salah satu fasilitas kesehatan yang mengalami kekurangan oksigen. Bahkan, rumah sakit tersebut sempat memanfaatkan stok oksigen yang dimiliki oleh pedagang benih ikan di Desa Lengkong, Kecamatan Rakit. Namun, upaya tersebut belum mampu menjamin ketersediaan oksigen.

Menyikapi situasi sulit ini, dua orang staf Litbang Pemeliharaan Alat dan Gas Medik RSI Banjarnegara berusaha menciptakan alat sederhana yang bisa digunakan untuk membantu pernapasan pasien dengan gejala sesak napas ringan.

Evan Wisik Prabowo dan Nokta Arvianto merakit alat bantu pernapasan menggunakan dua unit aerator akuarium, selang berukuran 0,25 milimeter, serta flowmeter untuk mengukur aliran udara yang dihasilkan. Alat tersebut selanjutnya dinamakan Portable Oxygen Concentrator Banjarnegara Islamic Hospital (POCBIH). ”Alat ini sebagai penghasil oksigen murni yang berguna untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas.

Alat sederhana ini bersifat membantu masuknya oksigen sebagaimana bernapas normal. Kalau dilihat ukurannya sekitar 21 persen,” kata Evan.

Secara teknis, udara bebas divakum ke dalam dua aerator kemudian disalurkan melalui selang ke flowmeter yang terisi air steril. Selanjutnya, udara yang mengandung oksigen disalurkan melalui selang ke hidung pasien. ”Alat ini sudah sangat membantu bagi pasien Covid-19 di tengah sulitnya mendapatkan pasokan oksigen,” tambahnya.

Direktur RSI dr Agus Ujianto SpB mengatakan, alat temuan bagian Litbang RSI ini sangat membantu pasien Covid-19 bergejala ringan, serta pasien asma yang membutuhkan bantuan oksigen dalam waktu lama.

”POCBIH mudah dioperasikan, selama ada listrik dan air steril yang bisa diisi ulang berkali kali. Bisa juga ditambah minyak atsiri untuk terapi relaksasi,” katanya.

Alat tersebut bisa menghasilkan oksigen dengan tekanan 5-6 liter per menit. Tekanan tersebut dapat membantu pasien gejala ringan. Sedangkan pasien dengan gejalan akut, menggunakan terapi oksigen tekanan tinggi dari oksigen tabung.

Dengan demikian, kebutuhan oksigen tabung bisa diprioritaskan secara efektif bagi pasien yang benar-benar membutuhkan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X