Kabareskrim Usulkan Kemenkes Buat Aturan Penggantian HET Obat Tanpa Ganti Kemasan

- Senin, 12 Juli 2021 | 16:36 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto (suaramerdeka.com/dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com -Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan, telah mengusulkan agar Kementerian Kesehatan membuat aturan soal penggantian harga eceran tertinggi (HET) obat terutama untuk Covid-19.

Komjen Agus berharap Kemenkes menerbitkan surat edaran (SE) terkait pencoretan HET lama tanpa perlu mengganti kemasan.

Menurutnya pasca terbitnya HET baru, para produsen harus menarik distribusi obatnya untuk merubah dengan kemasan (primer dan sekunder yang memuat HET baru), namun hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan bisa berakibat kekosongan obat.

Baca Juga: Tepis Maksud Jokowi Bisnis Vaksin, Ngabalin: Vaksin Berbayar Bagi yang Kelebihan Uang

“Kemarin saya ke Cianjur untuk memastikan dan memberi penguatan kepada produsen obat untuk cukup mencoret HET lama diganti saja dengan tulisan sesuai HET baru. Nanti di-invoice mencantumkan harga sesuai HET baru, dengan begitu mereka tidak perlu menarik distribusi obatnya di pasaran,” katanya Senin 12 Juli 2021.

Komjen Agus memastikan akan menindak para penjual obat secara online yang menjual di atas HET. Agus menduga aturan itu rawan disalahgunakan di level retail.

“Jangan sampai kekosongan obat karena tindakan polisi dalam pengawasan. Yang kita tindak jual online dengan harga di atas HET. Rawan disalahgunakan, terutama di retail,” imbuhnya.

Baca Juga: Luhut: Impor Oksigen Konsentrator Kurangi Penggunaan Oksigen Cair 50 Ribu Tabung

Berikut daftar harga eceran tertinggi obat-obatan untuk pasien Covid-19.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X