Tepis Maksud Jokowi Bisnis Vaksin, Ngabalin: Vaksin Berbayar Bagi yang Kelebihan Uang

- Senin, 12 Juli 2021 | 16:30 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, bersama Presiden Jokowi/Foto Pikiran Rakyat Tasikmalaya
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, bersama Presiden Jokowi/Foto Pikiran Rakyat Tasikmalaya

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, mengungkapkan Jokowi dan pemerintah tidak ada niatan membisniskan vaksin Covid-19.

Vaksin berbayar ini dimaksudkan agar tujuan mempercepat tercapainya herd immunity atau kekebalan komunitas.

Menurutnya, perubahan regulasi vaksin sesuai Peraturan Menteri Kesehatan terbaru nomor 19 Tahun 2021, tentang Vaksin Gotong Royong, bukanlah bisnis.

Vaksin berbayar diterapkan untuk mereka yang memiliki kelebihan uang namun ikut Vaksin Gotong Royong.

Baca Juga: Atasi Oksigen Langka, Jokowi Izinkan Impor dari Luar

Kelompok masyarakat yang punya kelebihan uang, maka bisa memilih vaksin berbayar yang akan dijalankan BUMN itu.

Satu di atara tujuan hadirnya vaksin berbayar adalah mengakselerasi perluasan akses vaksinasi.

Dan sesuai harapan presiden, akhirnya bisa tercapai herd immunity.

“Harapan yang diinginkan pemerintah kan di akhir 2021, setidaknya bisa mencapai 180 juta warga yang telah vaksinasi meski satu dosis vaksin saja," jelas Ali Ngabalin dalam siaran Apa Kabar Pagi tvOne pada Senin, 12 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X