Pandu Riono: Layanan Vaksin Berbayar Tidak Efektif Secara Sains

- Senin, 12 Juli 2021 | 10:59 WIB
Pandu Riono dan Presiden Jokowi. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Pandu Riono dan Presiden Jokowi. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengatakan, ada yang mencari keuntungan profit di balik layanan vaksin covid-19 dan obat-obatan lainnya.

Oleh sebab itu Pandu Riono menyebut vaksin covid-19 berbayar tidak efektif secara sains.

Pandu Riono mengungkapkan hal itu di akun twitternya.

Baca Juga: Indonesia Sudah Amankan 122 Juta Vaksin Covid-19, Ini Rinciannya

Bahkan Pandu Riono sempat menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi terkait hal ini melalui akun twitternya.

"Pak @jokowi Duka Negeri masih terus berlanjut. NKRI butuh kepemimpinan yg kuat & berpihak pd keselamatan rakyat. Ada yg cari keuntungan di tengah kesulitan rakyat akibat pandemi," kata Pandu Riono, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, senin, 12 Juli 2021.

Diketahui, PT Kimia Farma menetapkan harga vaksin gotong royong yakni terdiri dari harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis, dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosisnya.

Baca Juga: Uji Klinis Vaksin GX-19N Korea, Rumah Sakit Solo dan Klaten Jadi Rujukan

Setiap individu memerlukan dua dosis vaksin, maka mereka perlu menyiapkan Rp 643.320 untuk dua dosis vaksin dan Rp 235.820 untuk pelayanan vaksinasi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X