Kasus Covid-19 Aktif di Luar Jawa-Bali Naik 64 Persen, Airlangga: Perlu Segera Dikendalikan

- Senin, 12 Juli 2021 | 08:24 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto dokumentasi  Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto dokumentasi Kemenko Perekonomian

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tren negatif perkembangan kasus Covid-19 Indonesia tidak hanya terjadi di Pulau Jawa-Bali.

Saat ini kondisi di luar Jawa-Bali juga menunjukkan peningkatan kasus aktif yang mengkhawatirkan, sehingga Pemerintah mengambil langkah cepat dengan menerapan PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Jawa mulai 12-20 Juli 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penerapan PPKM Darurat di luar Jawa-Bali untuk menekan laju Covid-19.

Airlangga menyampaikan berdasarkan level asesmen pandemi jumlah kabupaten/kota level 4 di luar Jawa-Bali terus mengalami peningkatan.

Baca Juga: Indonesia Terima 3 Juta Vaksin Moderna, Dukungan AS dengan Skema Doses-sharing

Pada 1 Juli tercatat masih 30 daerah, kemudian pada 5 Juli naik menjadi 43 daerah, dan pada 8 Juli meningkat lagi menjadi 51 kabupaten/kota. Begitu pun dengan jumlah kasus aktif di luar Jawa-Bali pun terus meningkat.

Pada 27 Juni tercatat masih 50.513 kasus, namun naik sebesar 34,40 persen pada 5 Juli menjadi 67.891 kasus. Selanjutnya pada 8 Juli naik 63,74 persen menjadi 82.711 kasus.

BOR di luar Jawa-Bali juga terus meningkat. Per 8 Juli 2021, provinsi di luar Pulau Jawa-Bali yang memiliki BOR tertinggi adalah Lampung (82 persen), Kalimantan Timur (80 persen), Papua Barat (79 persen), Kepulauan Riau (77 persen), Kalimantan Barat (68 persen), dan Sumatra Barat (67 persen).

Airlangga mengatakan jumlah peningkatan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali perlu segera dikendalikan.

Baca Juga: Pasar Karangpucung Disemprot Disinfektan, Dibuka Kembali Rabu Mendatang

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X