Masyarakat yang Tak Percaya Vaksin, Bukan Halangan Genjot Vaksinasi

- Minggu, 11 Juli 2021 | 17:25 WIB
Peserta saat mendaftar program vaksinasi Covid-19 yang digelar Astra Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)
Peserta saat mendaftar program vaksinasi Covid-19 yang digelar Astra Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa Covid-19 dapat dicegah melalui vaksin hanya sebesar 67 persen.

Sisanya, sekitar 33 persen lainnya masih belum yakin bahkan di antaranya menolak vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit tersebut.

Dan kebanyakan warga yang menolak tersebut ternyata banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi.

Dari sekira 7,6 persen responden yang masih menolak vaksin, rasionya mencapai 18,6 persen. Prosentase ini bahkan lebih besar dari kelompok dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.

Baca Juga: Semua Rumah Sakit di Kabupaten Semarang Kekurangan Pasokan Oksigen

Berdasarkan tingkat pendidikannya, penolak vaksinasi terbanyak itu berasal dari responden dengan latar belakang kelompok D-4 dan S-1 ke atas.

“Ini apakah karena terlalu banyak baca hoaks sehingga menambah ketidakyakinan akan vaksin atau bagaimana,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi saat menjadi pembicara pada seminar “Penerimaan Vaksin dan Imunisasi Covid-19 di Empat Wilayah di Indonesia” seperti dikutip situs Unpad, akhir pekan lalu.

Kondisi tersebut, jelasnya, diperoleh dari hasil survei yang dilakukan Balitbangkes Kemenkes RI pada April – Mei 2021.

Dari hasil survei tersebut, hampir 99 persen responden sudah mengetahui informasi perihal vaksinasi Covid-19. Namun,

Baca Juga: Mulai Besok 12 Juli, Singapura Batasi Kunjungan Wisatawan dari Indonesia

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X