PPKM Darurat 15 Wilayah di Luar Jawa-Bali Akan Dimonitor Untuk Bahan Evaluasi di Setiap Wilayah

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 17:23 WIB
Airlangga Hartarto./suaramerdeka.com/Kemenko Perekonomian
Airlangga Hartarto./suaramerdeka.com/Kemenko Perekonomian

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah memperluas PPKM Darurat diluar Jawa-Bali yang mulai diterapkan 12 hingga 20 Juli 2021.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan ada 15 wilayah di luar Jawa-Bali yang diberlakukan PPKM Darurat dan akan dimonitor setiap hari.

Hal ini sebagai bahan evaluasi penerapannya di tiap-tiap wilayah.

"Nanti akan dimonitor secara harian supaya bisa diantisipasi dengan baik perkembangannya,” tutur Airlangga, melalui konferensi pers secara virtual, Jumat 9 Juli 2021.

Baca Juga: Malam Lebih Terasa Dingin di Pulau Jawa, Ini Penjelasan BMKG

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini penerapan PPKM Darurat diambil karena jumlah daerah yang berada di level 4 di luar Jawa-Bali terus meningkat.

15 wilayah yang diberlakukan PPKM Darurat yaitu, Kota Tanjungpinang, Kota Singkawang, Kota Padang Panjang, Kota Balikpapan, Kota Bandar Lampung, Kota Pontianak, Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Kota Batam, Kota Bontang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Berau, Kota Padang, Kota Mataram, dan Kota Medan.

Berikut rincian aturan yang ada dalam PPKM Darurat di luar Jawa-Bali:

Baca Juga: Ingin Meningkatkan Imunitas Tubuh? Konsumsi Lima Rempah-rempah Ini

1. Kegiatan belajar mengajar, sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan pelatihan dilakukan secara daring atau online.

2. Kegiatan perkantoran sektor non-esensial diberlakukan work from home 100 persen.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X