Sudah Dituntut Lima Tahun Penjara, Edhy Prabowo Masih Keberatan, Ini Alasannya

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 11:09 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Foto dokumentasi (Nugroho Wahyu Utomo)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Foto dokumentasi (Nugroho Wahyu Utomo)

Edhy Prabowo juga didakwa bersama Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhu Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi), Ainul Faqih (sekretaris pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo).

Mereka didakwa menerima USD 77 ribu dan Rp 24,625 miliar jika ditotalkan sebesar Rp 25,75 miliar.

Uang tersebut berasal dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) yang terkait dengan pemberian izin budidaya dan ekspor.

Menanggapi hukuman lima tahun penjara bagi Edhy Prabowo, mantan Menteri KLH, Emil Salim membandingkan kasus yang menyeret Edhy Prabowo dengan kepala desa di Rokan Hilir, Riau.

Kepala desa di Rokan Hilir diduga melakukan korupsi dana sebesar Rp 399 juta sementara Edhy Prabowo terbukti menerima suap sebesar 77.000 dolar Amerika dan Rp 24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 25,75 miliar.

Emil Salim justru mempertanyakan keadilan atas tuntutan itu.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB

Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:11 WIB
X