BPOM Dukung Pengembangan Vaksin untuk Hadapi Pandemi, Termasuk GX-19N

- Jumat, 9 Juli 2021 | 21:40 WIB
PENERJEMAH KHUSUS: Penerjemah khusus memberikan penjelasan kepada peserta tuli yang hadir saat pelaksanaan vaksinasi hari ini di Pendhapi Balai Kota Surakarta, Kamis (1/7) (suaramerdeka.com/dok)
PENERJEMAH KHUSUS: Penerjemah khusus memberikan penjelasan kepada peserta tuli yang hadir saat pelaksanaan vaksinasi hari ini di Pendhapi Balai Kota Surakarta, Kamis (1/7) (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung pengembangan vaksin dan obat untuk hadapi pandemi, termasuk vaksin COVID-19 GX-19N yang dikembangkan PT Kalbe Farma Tbk dan Genexine dari Korea Selatan.

"Harapan kita akan ada transfer teknologi sehingga bisa diproduksi di dalam negeri oleh PT Kalbe Farma untuk memenuhi aspek kemandirian dan untuk kebutuhan dan kemudahan akses vaksin jangka panjang di Indonesia," kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers daring, Jumat (9/7).

Penny mengatakan suatu kebanggaan bahwa pengembangan vaksin ini sudah mencapai tahap kesiapan uji klinik fase dua dan tiga di Indonesia.

Dia mengatakan pelaksanaan uji klinik di Indonesia adalah kesempatan besar karena populasinya besar. Dia menegaskan, pelaksanaan uji klinik harus memenuhi aspek scientific dan menjunjung tinggi etika penelitian sesuai dengan pedoman Cara Uji Klinik yang Baik.

Baca Juga: Ditjen Bimas Hindu Luncurkan Lomba Dharma Wacana Nasional dan Konten Tiktok

Pelaksanaan uji klinik dari tahap 2b/3 akan dimulai akhir Juli 2021 dan diharapkan dapat melakukan analisa interim untuk keamanan dan efikasi (kemampuan vaksin untuk mencetuskan kekebalan tubuh terhadap infeksi COVID-19) pada akhir tahun 2021.

Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengatakan jika uji klinik tahap 2b/3 dinilai berhasil dan mendapat persetujuan penggunaan darurat dari Badan POM maka vaksin GX-19N dapat melengkapi vaksin yang sudah ada saat ini.

"Untuk itu Genexine telah memberikan komitmen untuk menyuplai 10 juta dosis vaksin dan dilanjutkan dengan transfer teknologi untuk produksi lokal," kata Irawati.

Direktur Kalbe Farma Sie Djohan beraharap akhir tahun ini vaksin bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Dia belum bisa memastikan soal harga karena vaksin masih dikembangkan. Namun harga vaksin ini nantinya diusahakan tidak lebih mahal dari vaksin-vaksin lain yang sudah dipakai di Indonesia sekarang.

Baca Juga: PPKM Darurat, Polres Demak Bagikan 1 Ton Beras dan Masker

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X