Sebut Negara Berpotensi Gagal Lawan Covid-19, Politisi Demokrat Pasang Tagar RakyatMonitor

Red
- Jumat, 9 Juli 2021 | 13:30 WIB
Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)
Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, melalui akun Twitter pribadinya, mengungkap beberapa indikator ketika sebuah negara berpotensi gagal dalam melawan Covid-19.

“Negara berpotensi gagal melawan Covid jika: makin banyak yang meninggal, makin langka tabung oksigen, makin sulit dapat rumah sakit, makin lama antri masuk IGD,” tulis Benny K Harman di akun Twitter pribadinya @BennyHarmanID, Jumat, 9 Juli 2021.

“(Selanjutnya), jenazah harus antri 2 hari untuk bisa dimakamkan, vitamin, dan obat-obatan makin langka, dan rakyat makin cemas. #RakyatMonitor,” sambung Benny K Harman.

Baca Juga: Kesenian Harus Beradaptasi dengan Kehidupan Normal Baru

Dalam cuitan yang lain, Benny K Harman juga menyebut pihaknya di Partai Demokrat melihat negara seperti tak berdaya dalam memerangi Covid-19 saat ini.

Demokrat menyaksikan negara sepertinya tidak berdaya, so weak, dalam memerangi Covid-19,” tulis Benny K Harman, seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.

“Kami wajib ingatkan pemimpin negara untuk lebih fokus, lebih antisipatif, lebih sigap menangani pandemi Covid-19 yang makin ganas agar negara sukses atau tidak gagal. Wake up call saja. #RakyatMonitor,” lanjut Benny K Harman dalam cuitannya

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X