Pemerintah Sebaiknya Maksimalkan Pabrik Gas Oksigen yang Menganggur Sebelum Memutuskan Impor

- Jumat, 9 Juli 2021 | 08:36 WIB
Polisi memberi pengawalan ketat terhadap distribusi oksigen di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)
Polisi memberi pengawalan ketat terhadap distribusi oksigen di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)

Masih ada kapasitas yang menganggur sebesar 26 persen atau sekitar 225 juta ton per tahun.

"Ini prestasi yang membanggakan. Bahkan beberapa waktu lalu kita berhasil membantu gas oksigen ini ke India," lanjut Mulyanto.

Saat ini alokasi oksigen untuk sektor industri sebesar 70 persen. Sedangkan sektor kesehatan dialokasikan hanya sebesar 30 persen.

Dengan kata lain, kebutuhan untuk medis sebesar 800 ton per hari (atau 292 juta ton per tahun) dan diperkirakan akan meningkat menjadi 2.000 ton per hari (730 juta ton per tahun).

"Jadi kalau digeser kuota sektor industri ke sektor kesehatan, apalagi kalau kapasitas pabrik oksigen yang menganggur ini dioptimalkan, maka masih ada sisa sebesar 137 juta ton per tahun. Artinya produksi gas oksigen dalam negeri relatif cukup," tegasnya.

Jadi, lanjutnya, apa yang dilakukan pemerintah untuk menggeser alokasi gas oksigen industri untuk kesehatan sampai 100 persen di masa-masa panik seperti sekarang ini sudah tepat.

Jadi, yang perlu segera dilakukan adalah kebijakan untuk mengoptimalkan kapasitas pabrik gas oksigen yang menganggur menuju 100 persen. Ini hal strategis yang perlu dilakukan. Agar negara kita tidak mengandalkan impor lagi.

Selain itu Mulyanto minta Pemerintah memperhatikan aspek pengawasan, terutama pada jaringan distribusi, termasuk juga transportasinya.

Pemerintah, melalui aparat pengawasannya, perlu memastikan, bahwa tidak ada penimbunan tabung gas oksigen yang menyebabkan kelangkaan tersebut.  Atau ada pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X