Pemerintah Sebaiknya Maksimalkan Pabrik Gas Oksigen yang Menganggur Sebelum Memutuskan Impor

- Jumat, 9 Juli 2021 | 08:36 WIB
Polisi memberi pengawalan ketat terhadap distribusi oksigen di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)
Polisi memberi pengawalan ketat terhadap distribusi oksigen di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah disarankan harus memaksimalkan kapasitas produksi pabrik-pabrik gas oksigen yang menganggur, sebelum memutuskan impor gas oksigen dari luar negeri.

"Upaya tersebut bisa lebih efektif dan bermanfaat bagi pergerakan ekonomi nasional,"ujar Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, dalam keterangan rilisnya, menyusul rencana pemerintah melakukan impor gas oksigen dari Singapura dan Taiwan.

Menurut Politisi Fraksi PKS ini, pemerintah perlu mengurai masalah ini secara seksama. Selanjutnya mengambil tindakan dan kebijakan yang tepat. Dengan kata lain, pemerintah jangan ikut panik dengan langsung mengimpor gas oksigen.

"Daripada impor lebih baik pemerintah mengoptimalkan kapasitas pabrik gas oksigen yang selama ini menganggur (idle capacity) menuju 100 persen. Kalkulasinya harus matang. Sebab selama ini kinerja perdagangan gas oksigen kita makin membaik, impor terus menurun menuju kemandirian," jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Bayar Rp 17,1 Triliun untuk Klaim Rumah Sakit, Paling Tinggi di Bulan Januari

Mulyanto menyebutkan, data BPS menunjukan impor gas menurun tajam sejak tahun 2017 sampai tahun 2020.

Dari impor sebesar 3.9 juta ton di tahun 2017 melorot menjadi hanya sebesar 1.3 juta ton di tahun 2020.

Dibandingkan dengan produksi gas oksigen dalam negeri yang sebesar 640 juta ton per tahun maka impor gas oksigen kita hanya 0,2 persen. 

Artinya sebesar 99,8 persen kebutuhan gas oksigen dipenuhi dari pengadaan domestik. Inipun masih dengan kapasitas produksi sebesar 74 persen.

Baca Juga: DPRD DIY Minta APBD dan Danais Fokus untuk Tanggulangi Dampak Covid-19

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X