Pelanggaran WFO Masih Ditemukan, Karyawan Harus Dipandang Sebagai Aset

- Jumat, 9 Juli 2021 | 07:30 WIB
Ilustrasi work from office. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi work from office. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Selama PPKM Darurat diberlakukan hanya sektor esensial dan kritikal yang boleh menerapkan kerja di kantor atau work from office (WFO).

Nyatanya, masih ditemukan kantor di luar sektor esensial dan kritikal yang mengharuskan karyawannya masuk kantor dan bekerja seperti biasa.

Selain melanggar aturan, mengharuskan karyawan datang dan bekerja di kantor adalah perbuatan mengabaikan tanggung jawab utama perusahaan yaitu memastikan keselamatan karyawannya.

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid -19 di Blora Tinggi, Warga Jangan Kendurkan Prokes

Padahal di era modern saat ini, karyawan harus dipandang sebagai aset, bukan lagi beban bagi perusahaan.

“Selain pelanggan atau klien, karyawan adalah aset paling berharga yang dimiliki sebuah perusahaan,”  kata DPD RI Fahira Idris.

Oleh karena itu, kata Fahira, pandanglah dan perlakukanlah karyawan sebagai aset terpenting perusahaan sehingga keselamatan mereka di atas segalanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari

Mengharuskan karyawan datang dan bekerja di kantor di tengah situasi yang darurat saat ini sama saja perusahaan mengabaikan keselamatan aset paling berharga mereka.

Mengharuskan karyawan bekerja di situasi seperti saat ini bukan hanya mengancam keselamatan karyawan tetapi juga keluarganya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X