Pemerintah Bayar Rp 17,1 Triliun untuk Klaim Rumah Sakit, Paling Tinggi di Bulan Januari

- Jumat, 9 Juli 2021 | 07:00 WIB
Ruang isolasi pasien Covid-19 (antara)
Ruang isolasi pasien Covid-19 (antara)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah sudah menggelontorkan Rp 17,1 triliun guna membayar klaim rumah sakit yang menangani kasus Covid-19.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Rita Rogayah menuturkan, nominal tersebut untuk pembayaran bulan layanan 2020 sebesar Rp. 6,6 triliun dan bulan layanan 2021 Rp.10,5 triliun.

“Memang pembayaran yang tertinggi adalah pembayaran untuk layanan di Januari Rp.3,19 triliun, kemudian Februari Rp.2,41 triliun, dan April Rp.2,48 triliun,” katanya, dalam Konferensi Pers secara virtual, Kamis (8/7).

Sementara untuk bulan layanan tahun 2020, pemerintah masih berproses membayarkan untuk klaim bulan Maret hingga Desember. Pasalnya sebelum dilakukan pembayaran harus melalui proses review persyaratan oleh BPKP.

Baca Juga: Polres Purbalingga Lakukan Penyekatan 9 Ruas Jalan, Dukung Gerakan Purbalingga di Rumah Saja

Dari Rp.17,1 triliun, yang paling banyak pembayarannya adalah kepada rumah sakit swasta sebanyak 803 rumah sakit dengan total pembayaran Rp.9,5 triliun.

Kemudian pembayaran untuk rumah sakit umum daerah berjumlah 415 rumah sakit dengan pembayaran Rp 4,6 triliun.

“Kalau dilihat jumlah rumah sakit yang mengajukan klaim kepada kami itu berjumlah 1.500 sampai 1.600 rumah sakit. Yang kami ketahui rumah sakit di seluruh Indonesia berjumlah kurang lebih 3.000 Rumah Sakit,” ucap Rita.

Baca Juga: Permintaan Meningkat, Tim Pengurusan Jenazah Covid-19 Perlu Ditambah

Selanjutnya, sampai saat ini juga pemerintah tengah berproses membayarkan klaim sebesar Rp 2,4 triliun. Rita melanjutkan, pembayaran tersebut diperkirakan selesai dalam waktu satu minggu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X