Meraup Belasan Juta dari Semangka

Rosikhan
- Senin, 19 Maret 2018 | 06:35 WIB
MEMBELAH SEMANGKA : Bupati Wonogiri, Joko 'Jekek' Sutopo membelah semangka usai menggelar panen perdana bawang merah dan semangka di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (18/3). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
MEMBELAH SEMANGKA : Bupati Wonogiri, Joko 'Jekek' Sutopo membelah semangka usai menggelar panen perdana bawang merah dan semangka di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (18/3). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Pemkab Wonogiri kini berupaya mengubah pola pikir petani agar tidak hanya menanam padi sepanjang tahun. Petani diarahkan untuk menanam tanaman hortikultura supaya dapat menambah pendapatan dan memanfaatkan lahan, terutama selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertan TPH) Wonogiri, Safuan mengatakan, keuntungan bawang merah dan semangka lebih besar. Menanam semangka dan bawang merah bisa menghasilkan belasan juta sekali panen.

Oleh karenanya, demonstrasi plot (demplot) diterapkan oleh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Kabupaten Wonogiri dengan menanam empat komoditas, yakni bawang merah, semangka, pepaya, dan padi.

Demplot diadakan pada lahan seluas 0,9 hektare guna membandingkan keuntungan di antara empat komoditas tersebut.

"Padi ditanam dengan luas 0,4 hektare. Selama empat bulan menghasilkan keuntungan sekitar Rp 4 juta," katanya saat panen perdana semangka dan bawang merah di demplot THL TBPP Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Minggu (18/3).

Adapun semangka yang ditanam seluas 0,3 hektare mampu menghasilkan enam ton semangka dengan nilai Rp 18 juta, sedangkan modalnya hanya Rp 7 juta. Dengan demikian, budi daya semangka itu mampu memberi keuntungan Rp 11 juta.

Bawang merah juga menunjukkan keuntungan yang bagus meskipun ditanam di musim hujan. "Bawang merah ditanam seluas 0,2 hektare mampu menghasilkan 1,5 ton bawang merah senilai Rp 22,5 juta. Modalnya hanya Rp 13 juta, sehingga keuntungannya mencapai Rp 9 juta," terangnya.

Bupati Wonogiri, Joko ‘’Jekek’’ Sutopo mengatakan, masih banyak potensi lahan yang bisa dimanfaatkan, terutama untuk memanfaatkan momentum Lebaran. Dia berharap demplot tersebut dapat memengaruhi pola pikir petani agar tidak hanya menanam padi sepanjang tahun.

"Pada masa tanam ke tiga (MT 3) banyak yang bera karena kemarau. Banyak yang belum termanfaatkan dengan baik karena petani hanya terbiasa menanam padi-padi. Kalau demplot itu berhasil, kami akan mengedukasi petani untuk memperkenalkan variasi tanaman yang lain selain padi," katanya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Tagar Giring Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kamis, 6 Januari 2022 | 22:28 WIB
X