Antisipasi Pandemi Global Berulang, Menkes Dorong Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri 

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin melihat produksi alat kesehatan di sela peluncuran perdana alat kesehatan elektromedik Mindray produksi dalam negeri di Kawasan Industri Kendal, Sabtu (27/8). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Menkes Budi Gunadi Sadikin melihat produksi alat kesehatan di sela peluncuran perdana alat kesehatan elektromedik Mindray produksi dalam negeri di Kawasan Industri Kendal, Sabtu (27/8). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

KENDAL, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan meminta industri farmasi dalam negeri, untuk mengoptimalkan produksi alat kesehatan (Alkes) maupun obat-obatan hingga vaksin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi pandemi global berulang seperti Covid-19.

"Kebutuhan alat kesehatan termasuk juga vaksin sangat diperlukan dan industri dalam negeri bisa terus berinovasi dalam produksinya," kata Budi Gunadi Sadikin di sela peninjauan fasilitas produksi dan peluncuran perdana alat kesehatan elektromedik Mindray produksi dalam negeri di Kawasan Industri Kendal, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Baca Juga: Stres Gagal Terus Diet Ketat, Coba Ganti Cara Makan Dengan Mata Tertutup. Ternyata Ini Alasannya

Menurut Menkes, sebelumnya Presiden Joko Widodo juga meminta untuk bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan alkes maupun obat-obatan hingga vaksin bisa diproduksi di dalam negeri.

Perlu dilakukan antisipasi serta tidak mengandalkan produksi alat kesehatan dan obat-obatan atau vaksin dari luar negeri.

"Pak presiden kasih tugas ke saya itu ada tiga. Yang pertama vaksinasi, kedua mengatasi pandemi agar bisa ekonominya recovery dan ketiga adalah reformasi di bidang kesehatan," jelas Budi.

Menurut Budi Gunadi, belajar dari pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 kemarin itu menjadi catatan Kemenkes untuk bisa mengantisipasi.

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini yang Bikin Aglonema Tak Bisa Rimbun. Parahnya, Daun Ikut Lonyot dan Busuk Akar

Lebih lanjut Budi Gunadi menjelaskan, dibutuhkan reformasi di bidang kesehatan untuk bisa mewujudkan ketahanan kesehatan.

"Semua produk alat kesehatan, obat-obatan, vaksin itu kita inginkan 50 sampai 60 persen dari hulu ke hilir di dalam negeri. Bukan untuk apa-apa, kalau ada pandemi lagi kita harus bisa mensuplai dari dalam supaya jangan bergantung pada luar," jelasnya.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X