Memperkokoh Jati Diri Bangsa, Pelurusan Sejarah Nasional Harus Dilakukan Konsisten

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:08 WIB
Ilustrasi sejarah Indonesia. (foto: penerbitombak.com)
Ilustrasi sejarah Indonesia. (foto: penerbitombak.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Upaya pelurusan sejarah nasional harus konsisten dilakukan agar negeri ini mampu memberikan warisan nilai-nilai luhur dari para pendiri bangsa kepada generasi penerus yang mampu memperkokoh jati diri bangsa.

Peneliti Budaya Tionghoa-Indonesia, Udaya Halim saat menjadi narasumber pada Forum Diskusi Denpasar 12, baru-baru ini, mengungkapkan adanya penghilangan nama-nama etnis Tionghoa pada keanggotaan BPUPKI dalam catatan sejarah nasional Indonesia saat ini.

Pada buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) edisi I dan II yang terbit pada 1975 dan 1977 disebutkan adanya empat etnis Tionghoa dalam keanggotaan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Baca Juga: Bersyukurlah bagi 8 Zodiak Ini, Bakal Dikepung Keberuntungan, Bisnis dan Pekerjaan Lancar

Ternyata, ungkap Udaya, pada SNI edisi IV (1984) dan edisi VIII (1993) keempat nama etnis Tionghoa itu hilang dari keanggotaan BPUPKI, malah tertulis empat orang dari golongan Arab.

Padahal dalam pertemuan itu perwakilan golongan Arab hanya dihadiri oleh AR Baswedan.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan catatan sejarah bangsa ini harus benar-benar dituliskan sesuai fakta yang ada.

Baca Juga: Alhamdulillah, 6 Zodiak Ini Akan Menghadapi Hal Luar Biasa di Bulan September 2022, Rezeki dan Cuan Aman

Sehingga pesan dan nilai-nilai yang dibangun oleh pendiri bangsa dapat dipahami dengan benar oleh generasi penerus.

Para pendiri bangsa, ujar Lestari, dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melibatkan beragam etnis yang ada di Nusantara di masa itu.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X