Ini yang Terjadi, Setelah Lahan Tambang SIG di Tuban Direklamasi

- Kamis, 8 Juli 2021 | 19:07 WIB
Bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Tuban, Jatim. (suaramerdeka.com/dok)
Bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Tuban, Jatim. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kelestarian alam menjadi prioritas operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Salah satu contohnya, di pabrik Tuban, Jawa Timur, SIG secara rutin memantau ekologi di lahan pascatambang batu kapur yang telah dilakukan reklamasi. Dari hasil pemantauan, menunjukkan ada pemulihan kualitas lingkungan serta peningkatan kesuburan tanah.

Sampai bulan Juni 2021, SIG telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur di Pabrik Tuban seluas 177,40 Ha dengan menanam berbagai jenis pohon di antaranya jati, johor, mahoni, sengon, flamboyan, trembesi, kesambi dan juwet.

General Manager of Mining & Raw Material SIG, Suharyanto menjelaskan, penanaman dan perawatan pohon dalam kawasan hutan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan fungsi lahan pascatambang batu kapur menjadi hutan kembali, sehingga dapat bermanfaat secara sosial, ekonomi dan ekologi.

Baca Juga: Penanggulangan Covid-19 Ibarat Perang, Arsjad Rasjid: KADIN Siap Libas Covid

Menurutnya, keanekaragaman vegetasi di area reklamasi dapat menyediakan habitat sekaligus makanan yang menunjang kehidupan keanekeragaman fauna. Kini bisa dilihat berbagai spesies fauna hidup disana.

Terdapat juga berbagai jenis burung di antaranya jalak jawa, perenjak padi, cucak kutilang, perkutut jawa, cipoh kacat, takur ungkut-ungkut hingga burung-burung yang bermigrasi dari Eropa. Karena itulah Perseroan secara rutin melakukan pemantauan ekologi untuk memastikan efektifitas kegiatan reklamasi yang telah dilakukan.

‘’SIG akan terus melakukan berbagai upaya konservasi, baik flora dan fauna dengan melibatkan berbagai pihak agar memberikan hasil yang maksimal. Keanekaragaman hayati yang terpelihara dengan baik diharapkan dapat memberikan manfaat bahkan menjaga warisan untuk generasi selanjutnya,’’ katanya.

Baca Juga: Inmendagri PPKM Darurat Disempurnakan, Operasi Sektor Konstruksi 100 Persen dengan Prokes Ketat

Suharyanto menambahkan, dalam pengelolaan lahan pascatambang batu kapur yang kini telah menjadi lahan hijau dan subur, SIG selalu melibatkan masyarakat sekitar perusahaan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X