Permintaan Peti Jenazah di Magelang Melonjak, Harganya Naik 20-30 Persen

- Kamis, 8 Juli 2021 | 15:16 WIB
PETI JENAZAH: Seorang petugas YDK Dharma Magelang memeriksa peti jenazah yang beberapa waktu terakhir permintaan melonjak. (suaramerdeka.com/Asef Amani)   
PETI JENAZAH: Seorang petugas YDK Dharma Magelang memeriksa peti jenazah yang beberapa waktu terakhir permintaan melonjak. (suaramerdeka.com/Asef Amani)  

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Yayasan Dana Kematian (YDK) Dharma Magelang kewalahan memenuhi permintaan peti jenazah khusus korban Covid-19. Sejak bulan Juni 2021, permintaannya mengalami kenaikan, baik dari beberapa rumah sakit di Magelang maupun perorangan.

Kepala YDK Dharma, Lianida Tjahyono mengatakan, sebelum bulan Juni, permintaan peti datang dalam hitungan hari, sekitar 1-2 peti per hari. Namun, kini datang hanya dalam hitungan jam.

"Dari data kami untuk bulan Juni, bisa mengeluarkan kurang lebih 20 peti. Sedangkan data kami yang Juli, dari tanggal 1-8 sudah mengeluarkan sekitar 44 peti," ujarnya, Kamis (8/7).

Baca Juga: Ditangkap karena Sabu, Wajah Pucat Nia Ramadhani jadi Sorotan Netizen

Peti yang dipesan, kata Lianida, berasal dari rumah sakit di Magelang dan perorangan, seperti RSJ Prof Dr Soerojo Magelang dan RSU Syubbanul Wathon. Meski begitu, dia mengaku memenuhi pesanan dari RSJ Prof. Dr. Soerojo saja membuatnya kewalahan.

“Suplai peti dari perajin di Jogja dan Semarang. Untuk yang Yogya tiap dua hari hanya bisa mengirimkan 4-5 peti, karena di daerah mereka permintaan juga cukup tinggi, jadi mereka harus bagi-bagi. Kalau yang dari Semarang, sekali kirim bisa 20 per minggu," katanya.

Permintaan peti yang tinggi diakui Lianida membuat harga peti menjadi naik. Kenaikannya hampir 20-30 persen, berkisar Rp 1-1,5 juta. Peti seharga Rp 1 juta, memakai kayu putih berbalut kain satin dan renda. Sedangkan yang seharga Rp 1,5 juta, berbahan kayu putih dengan sentuhan plitur atau cat. Harga keduanya sudah termasuk biaya kirim dan tenaga kerjanya.

Baca Juga: Banyak yang Percaya Air Kelapa Penangkal Covid-19, dr Tirta: Mending Belajar Ngomong daripada Sekolah

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD RI Minta Sinkronisasi Data Peserta BPJS Kesehatan

Kamis, 24 November 2022 | 21:46 WIB
X