Kurangi Kerumunan, Umat Diminta Membatasi Jumlah Hewan Kurban

- Rabu, 7 Juli 2021 | 17:28 WIB
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Hari Idul Adha hampir tiba. Umat Islam menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya di masa pandemi.

Karena itu, Halal Research Center Fakultas Peternakan minta agar masyarakat membatasi penyembelihan hewan kurban di satu lokasi. Hewan bisa dikirim ke daerah atau negara lain yang membutuhkan.

Direktur Halal Research Center Fakultas Peternakan UGM, Ir Nanung Danar Dono SPt MP PhD, IPM ASEAN Eng, mengungkapkan hal itu terkait proses penyembelihan hewan kurban.

Ia menjelaskan penyembelihan hewan kurban tidak dapat lagi dilakukan dengan melibatkan banyak orang. Perlu teknik penyembelihan hewan yang halal dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura Didatangkan ke Indonesia, Hadapi Krisis Faskes

''Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerumunan saat penyembelihan hewan kurban. Pertama, membatasi atau mengurangi jumlah panitia yang terlibat. Pengurus takmir masjid berwenang untuk menentukan jumlah panitia,'' tandas Nanung.

Langkah kedua, membatasi atau mengurangi jumlah ternak yang disembelih di lokasi.

Hewan kurban yang tidak dapat disembelih di masjid dapat dititipkan kepada lembaga amil yang amanah untuk dikirim ke daerah atau negara lain yang lebih membutuhkan.

Baca Juga: Vaksin Anak Belum Ada Wacana, Dinkes Jateng: Proritaskan Senior Risiko Tinggi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X