Industri Orientasi Ekspor Boleh Beroperasi Asal Kantongi IOMKI, Menperin: Melanggar, Izin Dicabut

- Rabu, 7 Juli 2021 | 16:36 WIB
Industri makanan. (Julio César Velásquez Mejía from Pixabay)
Industri makanan. (Julio César Velásquez Mejía from Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan virtual, Rabu, mengungkapkan, ada penyesuaian aturan masuk kerja agar lebih efisien bagi sektor esensial dan kritikal.

Dijelaskan Luhut, untuk sektor Industri orientasi ekspor dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal sebesar 50 persen staf yang bekerja di fasilitas produksi/pabrik.

Selain itu, pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki IOMKI (Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri).

Baca Juga: BEM KM Unnes Juluki Ma'ruf Amin The King of Silent dan Puan Maharani The Queen of Ghosting

Artinya, industri orientasi ekspor yang boleh beroperasi dalam masa PPKM Darurat adalah perusahaan yang memiliki IOMKI.

Di dalamnya, perusahaan akan dikategorikan sesuai sektor dan juga memiliki pedoman protokol yang harus dipenuhi.

IOMKI akan diterbitkan secara digital dan disertakan dengan QR Code. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga akan memberikan daftar perusahaan pemegang IOMKI kepada pemerintah daerah guna memudahkan pengecekan atau sidak terhadap perusahaan yang tidak patuh.

Baca Juga: Banyak yang Divaksin tapi Masih Terpapar Covid, Ibas: Jangan Ragu Hadirkan Vaksin 'Cespleng'

"Kalau ada yang melanggar, akan kami cabut izinnya," tegas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X