Kasus Aktif Covid-19, Enam Provinsi di Pulau Jawa Sumbang 77,28 Persen

- Rabu, 7 Juli 2021 | 09:12 WIB
Covid-19. (pixabay) (Nugroho Wahyu Utomo)
Covid-19. (pixabay) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Enam provinsi di Pulau Jawa menyumbang 239.555 kasus aktif atau 77,28 persen dari total kasus aktif nasional sebesar 309.999 kasus per 5 Juli 2021.

Lima provinsi dengan jumlah kasus aktif terbesar di atas 10 ribu kasus tercatat DKI Jakarta 91.458 kasus, Jawa Barat 70.596 kasus, Jawa Tengah 43.110 kasus, DI Yogyakarta 14.166 kasus, dan Jawa Timur 11.885 kasus.

Untuk tingkat keterisian Tempat Tidur (TT) di RS atau bed occupancy ratio (BOR) pada 6 Provinsi di Jawa semuanya lebih dari 80 persen atau lebih tinggi dari rata-rata BOR nasional sebesar 75 persen per 4 Juli 2021.

Baca Juga: Situasi Negeri Genting, Mahasiswa Diajak Berkontribusi Menanggulangi

Di luar Jawa, tiga provinsi mempunyai BOR tertinggi yaitu Lampung (74 persen), Papua Barat (72 persen), dan Kalimantan Timur (71 persen).

Jika dilihat dari zonasi risiko, 6 provinsi di Jawa memiliki risiko tinggi, sementara di luar Jawa ada 10 provinsi masuk dalam risiko tinggi.

Keenamnya adalah Lampung, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: PPKM Darurat Diterapkan, Berbagai Potensi Persoalan Harus Mampu Diprediksi

“Kesepuluh provinsi dengan risiko tinggi di Luar Jawa-Bali tersebut diukur dari parameter: Tingkat BOR lebih dari 65 persen, dan jumlah kasus aktif di atas 4.000 kasus,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers secara virtual di Jakarta pada Senin (5/7).

Menko Airlangga memaparkan data Indikator Asesmen Sistuasi Pandemi terhadap seluruh Kabupaten/ Kota di Luar Jawa adalah terdapat 43 Kabupaten/Kota verada di Level 4; sebanyak 187 Kabupaten/Kota di Level 3; dan sebanyak 146 Kabupaten/ Kota di Level 2.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X