11 Telemedicine Ini Layani Obat dan Konsultasi Gratis untuk Pasien Isolasi Mandiri

- Rabu, 7 Juli 2021 | 09:48 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: ist
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: ist

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri bisa mendapatkan konsulatasi dan obat gratis melalui layanan konsultasi jarak jauh via 11 platform telemedicine yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasi kekurangan kapasitas rumah sakit dan menekan risiko penularan dengan membangun rumah sakit darurat dan menyediakan layanan konsultasi daring bagi pasien isolasi mandiri.

Menkes menekankan pasien terkonfirmasi positif yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dan karantina terpusat di pusat isolasi.

Baca Juga: Tabung Oksigen RSUD di Purbalingga Mencukupi, Bupati: Kami Selalu Berkoordinasi

Kementerian Kesehatan memastikan pasien yang melakukan isolasi mandiri untuk tetap memperoleh layanan Kesehatan. Budi Gunadi mengakui untuk tahap awal, fasilitas ini hanya berlaku untuk area Jakarta.

Pasalnya, dalam kondisi Covid-19 seperti Jakarta, jika pasien harus datang ke rumah sakit untuk konsultasi dengan dokter akan susah dan akan menambah risiko penularan.

Menkes memahami pasien positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri butuh konsultasi, butuh ketenangan, diperhatikan, dan membutuhkan pengobatan secara benar.

Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Luhut: Pemerintah Kerahkan Semua Sumber Daya

''Maka kita bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan juga jasa pengiriman obat secara gratis.”

“Dibantu ditanggung oleh teman-teman telemedicine, startup, dan juga Kementerian Kesehatan,'' kata Menkes.

Adapaun 11 platform telemedicine antara lain:

  1. Alodokter
  2. GetWell
  3. Good Doctor
  4. Halodoc
  5. KlikDokter
  6. KlinikGo
  7. Link Sehat
  8. Milvik Dokter
  9. ProSehat
  10. SehatQ
  11. YesDok

Menkes menjelaskan dokter bisa mengidentifikasi pasien berdasarkan hasil konsultasi, untuk selanjutnya dilakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

Melalui layanan ini, rumah sakit bisa melakukan skrining awal untuk pasien dengan gejala sedang/berat termasuk pemberian paket obatnya melalui fasilitas pelayanan kefarmasian yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

Paket obat akan dikirimkan secara gratis untuk yang benar-benar tanpa gejala, sedangkan pasien dengan gejala, misalnya demam sedikit, akan diberikan juga paketnya secara gratis.

Pasien positif yang tidak bergejala akan mendapatkan paket obat terdiri atas vitamin C, B, E dan Zinc.

Yang bergejala ringan akan mendapatkan paket multivitamin, Azitromisin 500 mg, Oseltamivir 75 mg dan Parasetamol Tab 50 mg.

Tak hanya itu, platform telemedicine ini juga terintegrasi dengan laboratorium testing PCR.

Bagi pasien yang ingin melakukan uji PCR bisa dilakukan melalui form telemedicine yang tersedia.

Kemenkes memiliki sistem New All Record (NAR) sebagai sistem big data yang terintegrasi dengan 742 laboratorium, untuk memberikan laporan pemeriksaan PCR maupun Antigen secara real time tentang jumlah kasus positif Covid-19.

Sementara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat melalui peluncuran layanan telemedicine ini untuk melakukan pemeriksaan antigen hanya di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes.

''Kami sangat mengapresiasi segala bentuk dukungan dari berbagai pihak terutama dukungan dari penyedia Telemedicine. Semua mereka gratis membantu. Jadi pada platform ini saya ucapkan terima kasih karena Anda terpanggil,'' kata Menko Marvest.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X