Sejumlah Daerah Kekurangan Oksigen

Red
- Rabu, 7 Juli 2021 | 05:05 WIB
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)

Untuk harga tidak ada kenaikan, pertabung Rp50.000 untuk kapasitas 6 meter kubik dan Rp30.000 untuk kapasitas satu meter kubik,” kata dia. Sebelumnya, Ganjar mengecek dua depo, yaitu PT Candi Mitra Gas di Jl Semarang-Demak KM 12.5 dan PT Tira Austenite di Kawasan Industri Banjardowo Semarang.

Di dua lokasi itu, Ganjar melihat proses pengisian ribuan botol oksigen untuk memenuhi pesanan rumah sakit. ”Hari ini saya cek depo oksigen untuk memastikan suplainya ada.

Sekaligus saya ingin mengkoordinasikan depo-depo ini, agar ke depan tidak ada yang kesulitan,” kata Ganjar. Ganjar juga meminta seluruh suplier oksigen tidak mengedepankan ego masingmasing. Selama kondisi darurat ini, tabungtabung yang kosong diharapkan bisa diisi oleh siapapun, tidak harus oleh suplier pemilik tabung. Selain memastikan suplai oksigen di depo-depo tersebut, Ganjar juga mengecek tentang harga oksigen.

”Dari dua depo yang saya datangi, harganya tidak naik. Mungkin itu yang naik botol-botol yang sudah ada di apotek dan untuk kepentingan pribadi.

Mungkin ya. Tapi hari ini saya sudah cek dua vendor, tidak ada yang naik,” ujar dia.

Pemilik PT Candi Mitra Gas, Doni mengatakan, harga oksigen di tempatnya normal di angka Rp 45.000 per tabung ukuran besar dan Rp 30.000 untuk tabung ukuran kecil. ”Tidak ada kenaikan, harganya normal.

Yang naik itu permintaan, karena biasanya sehari kami produksi 500 meter kubik, tapi sekarang bisa 1000 meter kubik per hari,” katanya. Hal senada disampaikan pemilik PT Tira, Yohana.

Dia mengatakan, tidak ada kenaikan harga oksigen di tempatnya meski permintaan meningkat. ”Harganya tetap, dari dulu kami jual Rp 55.000 untuk tabung enam meter kubik dan Rp 33.000 untuk tabung satu meter kubik. Saya tidak menaikkan harga, meskipun permintaan naik dari awalnya per hari 200 meter kubik, sekarang bisa 1000-1500 meter kubik per hari,” ucapnya.(G11,ekd,bir,K35, K17, H48,H62-56)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X