Sejumlah Daerah Kekurangan Oksigen

Red
- Rabu, 7 Juli 2021 | 05:05 WIB
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)

”Sangat tidak etis sekali saat situasi seperti ini ada yang berusaha menimbun barang penting yang sangat dibutuhkan masyarakat yang terpapar covid-19,”ù ujar Luthi. Dia menerangkan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Jateng) telah melakukan mapping untuk mengantisipasi masyarakat yang mencoba untuk menimbun peralatan medis, obat maupun oksigen yang kini keberadaannya mulai langka.

Sidak Lagi

Gubernur Ganjar Pranowo kembali melakukan sidak ke depo-depo gas oksigen di Jateng. Setelah sidak ke dua depo oksigen di Demak beberapa hari lalu, kemarin Ganjar mengecek distributor gas di Kawasan Industri Candi Kota Semarang, PT Surya Gas.Di tempat itu, Ganjar melihat proses produksi gas berjalan lancar.

Suplai gas dari Cikarang juga aman dengan pengiriman sehari sekali. ”Saya ingin memastikan bagaimana operasionalisasinya. Alhamdulillah prosesnya lancar. Memang karena permintaan tinggi, kita harus pastikan suplai gasnya berjalan aman,” kata Ganjar.

Biasanya lanjut dia, kebutuhan distributor gas di Jateng dipasok seminggu tiga kali. Tapi karena pandemi, suplai gas bisa dipasok sehari sekali. ”Maka kami harus pastikan di industrinya cukup apa tidak. Kalau kurang kan mesti disiapkan.

Kabar baiknya, tadi pagi kita sudah dapat bantuan isotank lima unit. Dengan begitu, diharapkan distribusi bisa jauh lebih cepat,” jelasnya.

Dalam kondisi darurat saat ini, Ganjar telah membentuk Satgas Oksigen di Jateng. Nantinya, Satgas Oksigen bertugas memastikan pasokan oksigen aman, mulai dari sisi hulu sampai hilir. ”Kami sudah buatkan sistemnya, Kamis besok sudah bisa dioperasionalkan. Sudah ada 14 distributor yang tergabung dalam group kami untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur PT Surya Gas Singgih Wiryono mengatakan, awalnya perusahaan miliknya memproduksi gas oksigen untuk keperluan industri. Namun karena pandemi saat ini, pihaknya mengkonversi menjadi oksigen untuk medis.

”Kami dulu memproduksi sebagian besar oksigen untuk industri. Tapi kita melihat bahwa Jateng ini ada pandemi dan permintaan oksigen untuk medis luar biasa, jadi kami secara kemanusiaan tergerak untuk memfokuskan produksi untuk medis,” katanya.

Singgih mengatakan, produksi oksigen di tempatnya terus meningkat di tengah pandemi. Jika biasanya hanya 4.000 meter kubik perhari, saat ini permintaan bisa mencapai 7000 meter kubik perhari. ”Dan semua produksi kami alihkan ke oksigen medis.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X