Sejumlah Daerah Kekurangan Oksigen

Red
- Rabu, 7 Juli 2021 | 05:05 WIB
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)
SM/Dian Aprilianingrum : MENGISI TABUNG :Pekerja mengisi tabung oksigen yang kosong di Samator Purwokerto, Selasa (6/7). Permintaan tabung oksigen meningkat hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. (55)

Di Kudus, pasokan oksigen medis untuk rumah sakit belum stabil sesuai kebutuhan. Pihak rumah sakit bahkan harus jemput bole ke distributor untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk pasien.

Ketua Satgas Covid-19 Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus Agus Satriyo mengatakan, saat ini pihaknya merawat sebanyak 25 pasien penderita Covid-19. Total tempat tidur di RAS Kudus sebanyak 53 unit.

Dengan melayani pasien sebanyak itu, Agus mengatakan RSAmembutuhkan hingga 1 ton oksigen.

”Pasokan yang ada saat ini untuk memenuhi kebutuhan 24 jam sudah habis. Sehari bisa dua hingga tiga kali pengiriman. Kami bahkan harus jemput bola mengambil oksigen langsung ke distributor,” katanya, Selasa (6/7). Agus mengatakan, upaya jemput bola itu dilakukan karena pihak distributor mengaku kewalahan dalam melakukan pengiriman.

”Armada mereka terbatas. Apalagi saat ini permintaan dari rumah sakit cukup tinggi. Karena itu kami memutuskan untuk jemput bola langsung ke distributor agar pasokan oksigen tetap aman,” katanya.

Hal senada diungkapkan Direktur RSU dr Loekmonohadi Kudus dokter Abdul Azis Achyar. Kebutuhan oksigen di rumah sakit pelat merah itu yang semula hanya setengah ton sehari, kini melonjak hingga 3 ton sehari.

”Persoalannya tidak ada informasi pasti berapa kuota untuk rumah sakit. Distributor juga tidak memberikan jaminan pengiriman setiap saat jika dibutuhkan,” katanya. Terpisah, Area Manager PT Samator Gas Industri Kudus Raya, Endy May Soni membenarkan adanya lonjakan permintaan tabung oksigen di wilayah Kudus Raya hingga 500 persen.

”Sebelumnya rata-rata satu rumah sakit 150 tabung oksigen per bulan, sekarang bisa 100 tabung per hari.

Akan kami upayakan untuk memenuhi kebutuhan,” katanya. Ia mengatakan, perusahaannya menyuplai kebutuhan oksigen medis di enam kabupaten. Selain Kudus, kata Endy, ia juga memasok oksigen ke Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Rembang, Blora, dan Pati.

Kebutuhan oksigen di seluruh wilayah Kudus Raya itu mencapai 20 ton per hari. ”Kebutuhan di Kudus sekitar 7-8 ton tapi di seluruh area kami sekitar 20 ton per hari,” katanya.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X