100% Oksigen untuk Pasien Covid-19

Red
- Selasa, 6 Juli 2021 | 03:46 WIB
SM/Irfan Salafudin : CEK PASOKAN : Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol (Inf) Ikhsan Agung Widyo Wibowo mengecek produksi oksigen di PT Samator Gas Industri-Surakarta di kawasan Jetis, Kecamatan Jaten, Senin (5/7). (70)
SM/Irfan Salafudin : CEK PASOKAN : Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol (Inf) Ikhsan Agung Widyo Wibowo mengecek produksi oksigen di PT Samator Gas Industri-Surakarta di kawasan Jetis, Kecamatan Jaten, Senin (5/7). (70)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seluruh produksi oksigen di dalam negeri akan digunakan untuk penanganan Covid-19. Hal itu menyusul kelangkaan oksigen di berbagai rumah sakit yang berimbas pada terganggunya penanganan pasien.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengondisikan hal tersebut. ”Koordinator PPKM Darurat meminta agar 100 persen produksi oksigen diperuntukkan kepentingan medis terlebih dahulu.

Ini artinya seluruh alokasi industri harus dialihkan ke sektor medis,” kata Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi dalam jumpa pers daring di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/7). Selama ini, pasokan oksigen untuk medis/kesehatan hanya berkisar 25 persen, sedangkan 75 persen digunakan untuk berbagai industri.

Luhut juga menyoroti tindakan segelintir masyarakat yang menimbun tabung oksigen. Ia menegaskan, pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap para penimbun.

Pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi stok tabung oksigen. Kepolisian membuka opsi tindakan hukum kepada para penimbun. ”Polri akan menindak tegas para spekulan penimbun tabung oksigen.

Silakan masyarakat melapor jika menemukan pihak yang menimbun dan menjual di atas harga yang sudah ditentukan,” ucap Jodi. ”Mereka yang menari di atas duka kita adalah penjahat kemanusiaan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, kebutuhan tabung oksigen meningkat seiring dengan lonjakan kasus Covid-19. Media sosial disesaki unggahan warga mencari tabung oksigen untuk alat bantu pernapasan pasien Covid-19.

Sejumlah rumah sakit juga menyatakan kehabisan stok oksigen. Salah satunya RS Sardjito di Yogyakarta. Karena penyebab yang sama, sejumlah rumah sakit di Bandung dan Surabaya terpaksa menutup sementara layanan IGD. RS Sardjito kehabisan stok oksigen sejak Sabtu (3/7). Pada saat yang sama, puluhan pasien Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kondisi itu adalah mengimpor tabung oksigen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengimpor tabung oksigen 6 meter kubik dan 1 meter kubik.

”Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian untuk mengimpor tabung 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan di rumah sakit,” ungkap Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, kemarin.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X