Menag Yaqut Izinkan RS Haji untuk Penanganan Pasien COVID-19

- Senin, 5 Juli 2021 | 20:23 WIB
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka.com / dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Menag Yaqut Cholil Qoumas mengizinkan Rumah Sakit Haji digunakan untuk menangani pasien COVID-19, setelah sebelumnya memfungsikan asrama haji untuk hal serupa.

"Selain asrama haji, kita juga punya RS Haji, dipersilahkan untuk dimanfaatkan sebagai tempat pasien COVID-19," kata Menag dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (5/7).

Menag telah menerbitkan instruksi kepada jajarannya terkait optimalisasi pemanfaatan asrama haji untuk digunakan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 serta kondisi kedaruratan lainnya.

Baca Juga: Kreasi Inovatif, Pemdes Jepang Padukan Distribusi BLT dengan Pelaksanaan Vaksinasi

Saat ini terdapat 25 asrama haji yang tersebar di seluruh Indonesia, siap digunakan untuk penanganan pasien COVID-19. Bahkan tujuh diantaranya telah digunakan oleh pasien tanpa gejala.

Menurut Menag, menghadapi pandemi COVID-19 tidak bisa dilakukan secara sendiri. Karenanya, Kemenag berkolaborasi dengan Kemenkes, Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan instansi terkait lainnya dalam penanganan COVID-19.

Khusus di Asrama Haji Pondok Gede, terutama Gedung Arafah, saat ini digunakan untuk tempat perawatan pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

Kemenag telah bekerja sama dengan Pertamedika untuk meningkatkan fungsi gedung ini sebagai RS Darurat dengan kapasitas 138 tempat tidur untuk pasien. Kemenag dengan Pertamedika juga akan menyiapkan gedung D1 dan D2 sebagai tempat tenaga kesehatan (nakes) dengan kapasitas 333 tempat tidur.

Baca Juga: Tenaga Medis Rentan Terpapar Covid-19, IDI Minta Nakes Diberi Vaksin Dosis Ketiga

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X