BPOM Tegaskan Ada Iklan Ivermectin Menyesatkan, Masyarakat Diminta Bijak

- Senin, 5 Juli 2021 | 09:12 WIB
Ivermectin Tidak Dianjurkan Untuk Obat Covid-19 Sebelum Uji Klinis Selesai. SM/Antara
Ivermectin Tidak Dianjurkan Untuk Obat Covid-19 Sebelum Uji Klinis Selesai. SM/Antara

JAKARTA, suaramerdeka.com – Badan POM (BPOM) mengimbau agar masyarakat bijak, pintar, dan hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan untuk pengobatan Covid-19.

Pihaknya menyatakan terdapat iklan yang tidak sesuai ketentuan, yaitu tidak objektif, lengkap, dan menyesatkan.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut contoh iklan obat Ivermectin yang mencantumkan indikasi untuk pengobatan Covid-19 dapat menyesatkan masyarakat karena belum ada uji klinis dan persetujuan dari BPOM untuk indikasi tersebut.

Baca Juga: Sudah Vaksinasi Covid-19, Begini Cara Mengunduh Sertifikatnya

“Promosi obat keras hanya diperbolehkan melalui media kesehatan. Masyarakat juga harus memahami bahwa obat keras harus diperoleh dengan resep dokter yang didapatkan melalui konsultasi kepada dokter baik secara langsung maupun  melalui telemedicine,’’ kata Penny.

Kepala BPOM juga menegaskan pembuktian Ivermectin dapat mengobati Covid-19 harus dilakukan melalui uji klinis.

Oleh karena itu, BPOM mendukung dan mengawal proses pelaksanaan uji klinis Ivermectin di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Saat ini BPOM terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil uji klinis, serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain.

Baca Juga: Hasil Tes Covid-19 Negatif dan Timbul Gejala? Lakukan Hal ini

Kepala BPOM mengatakan Pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya menggulangi pandemi Covid-19 yang dalam waktu 1 bulan terakhir mengalami peningkatan sangat signifikan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X