Ketersediaan Oksigen Medis Harus Terjamin

Red
- Senin, 5 Juli 2021 | 01:10 WIB
SM/dprd.jatengprov.go.id - Bambang Kusriyanto
SM/dprd.jatengprov.go.id - Bambang Kusriyanto

SEMARANG - Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengajak semua elemen pemerintahan kompak dan serius dalam melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jateng pada 3-20 Juli 2021.

Dia juga meminta agar obat dan peralatan medis seperti oksigen terjamin kesediaannya dengan harga yang stabil. Hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah perlunya pengawasan di apotek dan toko obat yang menaikkan harga obat dan peralatan medis secara tak wajar.

Pasalnya, kondisi tersebut akan memberatkan masyarakat yang membutuhkan obat dan peralatan medis seperti oksigen. ”Perlu dilakukan operasi di toko obat dan apotek. Kalau menaikkan harga obat seenaknya sendiri berikan sanksi, peringatan, bahkan penutupan sementara,” katanya.

Untuk diketahui, akhir bulan lalu Jateng sempat dikabarkan mengalami kelangkaan tabung oksigen. Hal tersebut diungkapkan oleh Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi). Pemerintah kemudian bekerja cepat untuk memastikan ketersediaan.

Selain itu, ada juga bantuan dari beberapa pihak. Pemprov Jawa Barat misalnya, disebut siap membantu ketersediaan tabung oksigen mengingat provinsi tersebut memiliki empat pabrik. Kemarin, sebuah BUMN juga memberikan bantuan oksigen medis dan tabung penyimpanan oksigen.

Untuk Jateng, bantuan sejumlah 14,8 ton oksigen diserahkan kepada RSUD Loekmono Hadi, RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, RSUD RAASoewondo, dan RSUD Dr Soetrasno. Selain soal ketersediaan, harga oksigen medis juga disebut melonjak.

Di beberapa daerah, harganya dilaporkan naik hingga hampir dua kali lipat. Hal itu yang membuat pimpinan dan anggota Dewan meradang. Gubernur Ganjar Pranowo mengakui kebutuhan oksigen di Jawa Tengah memang tinggi, bahkan di seluruh Pulau Jawa sedang sama tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian. ”Khusus di Jawa Tengah, pabrik di Kendal itu kecil. Suplai untuk Jawa Tengah nanti akan dibantu dari Jawa Barat dan Jawa Timur, ada juga bantuan dari Morowali,” kata dia kemarin.

Dalam setiap kunjungan ke rumah sakit, dia selalu menerima laporan mengenai kebutuhan oksigen. Ia juga mengapresiasi Bupati Blora Arief Rokhman yang proaktif terkait pasokan oksigen. ”Blora menurut saya bisa dijadikan contoh.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X