Tim PPM Unnes Beri Pelatihan Manajemen UMKM

- Minggu, 4 Juli 2021 | 14:57 WIB
Rektorat Unnes. (suaramerdeka.com / dok)
Rektorat Unnes. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim kegiatan Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan penyuluhan kepada UMKM mengenai manajerial dalam pengelolaan usaha.

Dosen Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Unnes, Maylia Pramono Sari yang juga bagian dari tim pengabdian tersebut menyatakan, pihaknya juga memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta melakukan pendampingan usaha berupa ide kreatif dan inovatif dalam produk.

Pelatihan dan pendampingan tersebut diberikan kepada salah satu industri rumahan pengolahan biji kopi yang dikenal sebagai "KnK Koffe Resources" yang berlokasi di Gunungpati, Kota Semarang.

Baca Juga: Tak Perlu Ivermectin, Ini Cara Mengobati Covid-19 bagi Pasien Isolasi Mandiri di Rumah

"Secara bertahap kami memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terkait penyusunan laporan keuangan dan laporan pajak serta sistem pelaporan keuangan melalui pengoperasional software akuntansi (Aplikasi LAMikro)," kata Maylia, Minggu (4/7).

Menurutnya, kegiatan PPM ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada mitra program dengan memberikan fasilitas konsultasi tentang manajemen, pemasaran, produksi, maupun teknologi.

Selain itu, juga membantu membuka akses pada pasar, sumber daya keuangan, serta membantu alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pangsa pasar disaat masa pandemi Covid-19.

"Tujuan lainnya untuk mengidentifikasi target strategis yang akan digunakan dalam merancang sistem pengukuran kinerja. Kemudian meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pemilik maupun karyawan dalam melakukan pengelolaan keuangan, serta untuk memperbaiki sistem pelaporan keuangan agar memudahkan ekspansi usaha," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Iduladha, PP Muhammadiyah Minta Hewan Kurban Sebaiknya Diganti Uang

Ia menilai, pada masa sekarang, sudah selayaknya bisnis mulai bertransformasi dengan memperhatikan peluang. Salah satunya dengan memanfaakan teknologi untuk mempertahankan pasar dan membidik target pasar yang lebih luas.

"Strategi offline to online dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan media sosial melalui group whatsapp, facebook, Instagram, telegram dan media sosial lain melalui promosi cash on delivery maupun transfer. Ini sebagai upaya memasarkan produk, namun tidak melanggar peraturan pemerintah saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak demi terhindar dari virus Covid-19," paparnya.

Pelatihan dan pendampingan itu juga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar melalui tranfromasi bisnis online yang disertai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal penting lainnya dapat menjadi contoh industri rumahan atau UMKM lain dalam upaya melakukan ekspansi usaha.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Liga Spanyol: Barcelona Menang 3-1 di Kandang Villarreal

Minggu, 28 November 2021 | 05:26 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X