Jelang Iduladha, PP Muhammadiyah Minta Hewan Kurban Sebaiknya Diganti Uang

- Minggu, 4 Juli 2021 | 14:54 WIB
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)
hewan kurban. (istimewa) (Redaksi)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam surat edaran mengenai Iduladha 1442 Hijriah menyatakan hukum ibadah kurban merupakan sunah muakkadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

''Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan,'' pinta Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

Ia juga mengatakan kurban yang dikonversi berupa dana dapat disalurkan melalui Lazismu
untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Daging kurban bisa diolah menjadi kornet dengan kemasan kaleng sehingga dapat didistribusikan ke mana saja.

Baca Juga: Pemerintah Beri Prioritas Vaksinasi Penyandang Disabilitas

Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, jelas Haedar, dapat melakukan keduanya. Membantu duafa maupun berkurban mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan lebih diutamakan.

Muhammadiyah yang sangat ketat menjalankan protokol kesehatan menyatakan takbir keliling tidak disarankan dan sebaiknya dilakukan di rumah.

Salat Iduladha di lapangan, masjid, tempat fasilitas umum sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

''Salat Iduladha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan,'' tandas Haedar.

Baca Juga: Latihan Menembak di Gunung Kendil, Prajurit Korem 081/DSJ Berlomba Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Mengenai proses penyembelihan bagi yang berkurban hewan, ia minta penyembelihan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X