Edhy Prabowo Dituntut 5 Tahun Penjara: Emil Salim Bandingkan dengan Kasus Korupsi Kades Rokan Hilir, Adilkah?

Red
- Jumat, 2 Juli 2021 | 15:40 WIB
Emil Salim. (pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Emil Salim. (pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo dituntut 5 tahun penjara oleh JPU dalam kasus suap ekspor benih lobster. Ekonom senior, Emil Salim pun menanggapi tuntutan tersebut.

Emil Salim membandingkan kasus yang menyeret Edhy Prabowo dengan kepala desa di Rokan Hilir, Riau.

Kepala desa di Rokan Hilir diduga melakukan korupsi dana sebesar Rp399 juta sementara Edhy Prabowo terbukti menerima suap sebesar 77.000 dolar Amerika dan Rp24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp25,75 miliar.

Baca Juga: Izin Darurat Vaksin Moderna Dikeluarkan, BPOM: Aman untuk Komorbid, Efikasi Capai 94,1%

"Mantan Menteri Edhy terbukti korupsi ber-miliar-miliar rupiah dituntut Jaksa hukuman penjara 5 tahun dikurangi masa tahanan + uang pengganti Rp9,6 miliar + ribuan dolar," ujar Emil Salim, 1 Juli 2021 dikutip dari akun Twitter pribadinya pada 2 Juli 2021.

Meski jumlah korupsi Edhy Orabowo lebih besar dari Kades Rokan Hilir itu, sang mantan KKP justru mendapat hukuman penjara yang sama.

"Menurut Media Indonesia:tuntutan hukum penjara sama kepada kepala-desa kab. Rokan Hilir Riau berkorupsi Rp399 juta (2017)," katanya.

Oleh karena itu Emil Salim bertanya-tanya apakan keputusan tersebut sudah adil bagi para pelaku korupsi sekelas Edhy Prabowo.

"Adilkah?," tutur Emil Salim.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X