Arti 4 Level PPKM Darurat, Ini Penjelasan Menkes

- Jumat, 2 Juli 2021 | 09:36 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (suaramerdeka.com / Humas Setkab)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (suaramerdeka.com / Humas Setkab)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan arti empat level daerah yang menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Kebijakan ini mulai berlaku 3-20 Juli mendatang diambil berdasarkan ketentuan dari organisasi kesehatan dunia WHO.

"Berdasarkan guidelines WHO yang baru, level dari krisisnya daerah dilihat dari dua faktor besar, satu laju penularan yang kedua daya respons atau kesiapan kota, kabupaten untuk respons," kata Budi Gunadi melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7).

Baca Juga: Selama Pandemi, 826 Warga Demak Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Menkes mengatakan untuk indikator laju penularan diukur dari tiga level yakni jumlah kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk, kasus yang ditangani di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

"Kalau kita ternyata testing enggak lapor semua tapi yang masuk rumah sakit banyak, kan tidak make sense. Laju penularan itu akan dilihat. Tapi dia cek juga yang masuk rumah sakit berapa itu satu grup," tuturnya.

Sementara kapasitas respons, lanjut Budi, dilihat berdasarkan kapasitas pemeriksaan atau testing hingga keterisian tempat tidur (BOR) untuk menanggulangi laju penularan.

Baca Juga: Dimensi Geopolitik Pandemi Covid-19 Sangat Tinggi, Indonesia Korban Sekaligus Konsumen

Total ada empat level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator WHO.

Level 1  artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2 artinya ada 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5-10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1-2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3 artinya ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Terakhir, level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Sementara indikator kapasitas respons dibagi menjadi tiga, yakni memadai, sedang dan terbatas. Memadai artinya tingkat positivitas di daerah tersebut kurang dari 5 persen, lebih dari 14 orang dilakukan tracing ketika didapati kasus dan BOR tidak lebih dari 60 persen.

Lalu sedang artinya tingkat positivitas di daerah tersebut 5-15 persen, di mana 5-14 orang dilakukan tracing ketika didapati kasus, dan BOR 60-80 persen.

Terbatas artinya tingkat positivitas di daerah tersebut lebih dari 15 persen, dengan kurang dari lima orang dilakukan tracing ketika didapati kasus, dan BOR lebih dari 80 persen.

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X