Dimensi Geopolitik Pandemi Covid-19 Sangat Tinggi, Indonesia Korban Sekaligus Konsumen

- Jumat, 2 Juli 2021 | 08:12 WIB
Covid-19. (pixabay) (Nugroho Wahyu Utomo)
Covid-19. (pixabay) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Persoalan pandemi Covid-19 memiliki dimensi geopolitik yang sangat tinggi. Di mana, virus datang dari China dan Indonesia menggunakan vaksin dari China.

"Dalam makna geopolitik, kita adalah korban dan pada waktu yang sama, Indonesia adalah konsumen," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Anis Matta di Gelora Media Center, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/7) petang.

Hal itu disampaikannya dalam Gelora Talk bertema 'Covid-19 Mengganas: Siapkah Sistem Kesehatan Nasional Menghadapinya?'

Menurutnya, fakta bahwa Indonesia sebagai korban sekaligus konsumen, sangat menyakitkan.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Harian Tembus 24.836, Kematian di Jawa Tengah Tertinggi

"Kita juga melihat ada perlombaan luar biasa dari empat kekuatan utama dunia, yakni Amerika, Eropa, Rusia dan China dalam memproduksi vaksin. Apakah industri vaksin akan menjadi leading industry di masa depan, ini akan menjadi persoalan geopolitik," ujarnya.

Namun, ada yang lebih buruk dari hal itu, di mana ada kemungkinan Covid-19 digunakan sebagai senjata dalam konflik geopolitik. Jadi, semua dapat menyaksikan disinformasi yang luar biasa banyaknya.

"Termasuk kebaikan dan keburukan vaksin yang akan digunakan. Hal ini pula yang membuat persoalan emergency management menjadi sangat rumit dalam mengatasi pandemi Covid-19," tandasnya.

Baca Juga: Pemberlakuan PPKM Darurat, Mendagri: Kuncinya Adalah Sinergi

Sebab, kata dia, ada dimensi sains di mana tingkat pengetahuan mengenai pandemi sangat sedikit. Hal itu menjadi sumber kesimpangsiuran dalam informasi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rizal Ramli 'Ditampar' Ngabalin, Begini Kronologinya

Selasa, 14 September 2021 | 11:05 WIB

Megawati: Pandemi Tak Hentikan Pendidikan Kader

Jumat, 10 September 2021 | 20:03 WIB
X