Pemberlakuan PPKM Darurat, Mendagri: Kuncinya Adalah Sinergi

- Jumat, 2 Juli 2021 | 07:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Humas Setkab) (Jati Prihatnomo)
Mendagri Tito Karnavian. (Humas Setkab) (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Mendagri Tito Karnavian menegaskan, dalam menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021, sinergi antara semua pihak merupakan kunci utama.

Dibutuhkan peran serta baik pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dalam mengendalikan kegiatan masyarakat se-Jawa dan Bali.

“Kuncinya adalah sinergi. Ini masalah kendali sosial, mengendalikan masyarakat yang cukup banyak se-Jawa-Bali."

"Otomatis ini bukan pekerjaan yang mudah, sehingga perlu kolaborasi. Kunci dari sistem kita adalah kekompakan Forkopimda dengan tokoh-tokoh masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Enam Provinsi Diwajibkan PJJ Selama PPKM Darurat Jawa Bali

Ditambahkan Mendagri, pihaknya juga telah meminta kepada para Gubernur, sebagai pimpinan Forkopimda tingkat provinsi, untuk berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan yang ada di daerah.

Tak ketinggalan pimpinan dan seluruh anggota Forkopimda tingkat kabupaten/kota untuk membahas strategi dalam mengimplementasikan PPKM Darurat yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat.

“Strateginya seperti apa, langkah-langkahnya seperti apa, biar ada satu suara dulu. Setelah itu, di-follow up dengan rapat Forkopimda Tingkat II yang dipimpin oleh bupati, wali kota, dandim, kapolres, kajari, dan mereka memberi arahan kepada jajaran di bawahnya secara bertingkat,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Bedanya PPKM Darurat dan PPKM Mikro

Menyusul pemberlakukan PPKM Darurat, Kemendagri tengah memfinalisasi regulasi berupa Instruksi Mendagri (Inmendagri) terkait penerapan kebijakan itu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X