Ini Bedanya PPKM Darurat dan PPKM Mikro

- Kamis, 1 Juli 2021 | 22:05 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). SM/Do;. presidenri.go.id
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). SM/Do;. presidenri.go.id

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.

Pemberlakuan PPKM Darurat diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui siaran di kanal Youtube Sekretariat Presiden pada 1 Juli 2021.

Dalam pemaparannya, Jokowi menyebutkan PPKM Darurat akan diimplementasikan lebih ketat dibandingkan PPKM Mikro.

"PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku," ucap Jokowi.

Baca Juga: Target 2 Juta Dosis Vaksin per Hari Diprediksi Bisa Bergulir Mulai Agustus

Berikut adalah perbedaan-perbedaan aturan dalam PPKM Darurat dan PPKM Mikro.

1) PPKM Darurat mengatur kegiatan bekerja pada sektor non-esensial dilakukan 100 persen dari rumah (WFH) sementara PPKM Mikro masih mengizinkan 25 persen pegawai bekerja dari kantor (WFO).

2) PPKM Darurat mengatur setiap tempat makan hanya menerima pesanan take away (bungkus) sementara PPKM Mikro masih mengizinkan layanan dine in (makan di tempat) sebesar 25 persen dari kapasitas.

3) PPKM Darurat mengatur kegiatan pada pusat perbelanjaan atau mal ditutup sementara. Sedangkan PPKM Mikro mengizinkan kegiatan di pusat perbelanjaan maksimal 25 persen dari kapasitas.

Baca Juga: PPKM Darurat, Risma Bakal Cairkan Bansos Covid-19 Rp600.000

4) PPKM Darurat mengatur pembatasan kapasitas transportasi umum dengan kapasitas maksimal 70 persen sementara PPKM Mikro hanya menekankan pengaturan kapasitas tanpa batas maksimal.

5) PPKM Darurat mengatur pelaku perjalanan domestik jarak jauh menggunakan bus, peswat, kereta api, harus menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 (minimal dosis pertama) dan menunjukkan dokumen swab PCR (H-2) untuk pesawat, serta swab antigen (H-1) untuk moda transportasi lainnya.

Pemerintah sendiri memilih menerapkan PPKM Darurat setelah Indonesia mengalami lonjakan Covid-19 selepas masa libur Idul Fitri 2021. Pada Kamis, 1 Juli 2021, kasus Covid-19 di Indonesia mencatatkan rekor penambahan kasus harian tertinggi yakni 24.836 kasus.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Terkini

X