PPKM Darurat Diberlakukan: Ridwan Kamil: Maaf, Situasinya Bakal Tak Nyaman

- Kamis, 1 Juli 2021 | 18:33 WIB
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali selama dua pekan, pada 3-20 Juli mendatang, Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap kesiapan dan pengertian masyarakat.

Karena situasinya, katanya, akan berbeda terutama terkait dengan kenyamanan dalam keseharian. Tren kasus yang meninggi, disebutmembutuhkan langkah kedaruratan.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat, karena situasinya tak akan nyaman," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya bersama jajaran Forkompimda secara virtual, Kamis (1/7).

Baca Juga: Stok Oksigen Menipis: Alhamdulillah, RSI Banjarnegara Dibantu Pedagang Ikan

Dijelaskan, kebijakan tersebut mencakup seluruh wilayah Tatar Pasundan. Kendati hanya ada sekitar 12 kabupaten dan kota yang terkategori zona merah, pihaknya memilih memberlakukannya secara menyeluruh di 27 daerah.

Langkah itu diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19 lebih optimal termasuk dalam menurunkan rasio keterisian rumah sakit yang banyak mendapat tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

"Akan ada pengetatan luar biasa. Mayoritas kegiatan ditutup kecuali yang bersifat esensial seperti perbankan dan kritikal macam energi," kata mantan Walikota Bandung itu.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI : PPKM Darurat 3 Pekan Mendatang Tentukan Pengendalian Covid-19 di Tanah Air  

Aktivitas di mal, tempat wisata, hingga rumah ibadah serta giat kepublikan ditutup. Pernikahan pun dibatasi pada saat dihadiri massa. Demikian pula pedagang termasuk rumah makan tak ada kegiatan makan di tempat yang membuat pengunjungnya membuka masker.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X