Zona Merah Jawa Tengah Melonjak 175 Persen, Tertinggi Secara Nasional

- Kamis, 1 Juli 2021 | 09:12 WIB
Ganjar Zona Merah/Foto Jatengprov.go.id
Ganjar Zona Merah/Foto Jatengprov.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berdasarkan data covid19.go.id/peta-risiko yang dirilis pada Rabu (30/6), zona merah Jawa Tengah pekan ini melonjak 175 persen, naik dari 8 menjadi 22 daerah sehingga menjadi yang tertinggi nasional.

Rekor 22 zona merah Jawa Tengah, yakni Wonogiri, Kudus, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Blora, Pati, Kendal, Brebes, Kebumen, Sukoharjo, Grobogan, Temanggung, Tegal, Kota Magelang, Purworejo, Wonosobo, Sragen, Demak, Semarang, Klaten, Jepara dan Kota Salatiga.

Selebihnya, 13 daerah Jawa Tengah masuk zona oranye tanpa zona kuning yakni Banjarnegara, Karanganyar, Batang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Magelang, Boyolali, Pekalongan, Banyumas, Pemalang, Purbalingga, Rembang dan Cilacap.

Baca Juga: Industri Halal Penyeimbang Ekonomi Nasional, Erick: Kita Punya Market yang Besar

Selanjutnya, provinsi yang menyumbang zona merah tertinggi kedua nasional dalam sepekan terakhir adalah Jawa Barat dengan 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bandung, Cirebon, Garut, Bandung Barat, Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan Karawang. Kemudian Kota Cimahi, Depok, dan Bandung.

Disusul, DKI Jakarta dan Yogyakarta masing-masing 5 daerah, Banten 4 daerah dan Jawa Timur 3 daerah Pekan ini zona merah secara nasional melonjak sekitar 100 persen dari 29 menjadi 60 wilayah.  

Provinsi di Pulau Jawa mendomasi dengan 50 daerah zona merah dan sisanya tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Sherina Munaf Lebih Mendukung Saran Gerakan 5M dan Info RS untuk Penanggulangan Covid-19

Pekan ini zona risiko tinggi Covid-19 Indonesia naik dari 29 pekan lalu menjadi 60 kabupaten/kota (11,67 persen), zona oranye (risiko sedang) juga naik dari 293 menjadi 308 kabupaten/kota (59,92 persen).

Kemudian,  zona kuning (risiko rendah) naik dari 166 menjadi 129 kabupaten/kota (25,10 persen), lalu zona hijau tidak ada kasus turun 25 menjadi 16 kabupaten/kota (3,11 persen) dan zona tidak terdampak tetap 1 kabupaten/kota (0,19 persen)

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X