Sekitar 700 Rukun Tetangga di Jabar Bersiap Dilockdown

- Rabu, 30 Juni 2021 | 18:43 WIB
Ridwan Kamil/Foto Antara
Ridwan Kamil/Foto Antara

BANDUNG, suaramerdeka.com - Seiring penetapan PPKM mikro darurat, Pemprov Jabar tengah mempertimbangkan untuk melakukan lockdown, penguncian mobilitas terhadap sekitar 730 rukun tetangga  (RT) guna mengerem laju penyebaran Covid-19.

"Iya (melakukan) lockdown tapi di level RT/RW bukan kabupaten kota apalagi provinsi, dan ada 700-an RT yang sedang dianalisa, apakah itu efektif menahan laju penularan," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam keterangan secara daring, Rabu 30 Juni 2021.

Menurut dia, analisa itu termasuk ketercukupan anggaran guna menjamin kebutuhan logistik warga yang terkena kebijakan tersebut.

Baca Juga: Vaksinasi Umum Diserbu Banyak Warga, Polres Tegal Kota Terapkan Prokes Ketat

Pasalnya, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3,5 juta perhari per-RT dikalikan masa lockdwon yang digelar mulai sepekan hingga dua pekan.

Ratusan RT itu tersebar di zona merah yang termuktahir mencakup 11 kabupaten dan kota dari sebelum dua wilayah yakni Kota dan Kabupaten Bandung, ditambah Kota Cimahi, Kota Depok, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Garut.

Dengan estimasi kebutuhan sebesar itu, Emil menyebut bahwa dana yang dibutuhkan guna menggulirkan program tersebut sedikitnya mencapai Rp 2,8 miliar perhari.

Baca Juga: Warga Terpapar Covid-19 Naik 3.537 Orang, 9 Pemdes Terapkan Mikro Lockdown

Dengan jumlah yang relatif tak sedikit itu, opsi untuk patungan tengah dipertimbangkan.

"Mengenai angka ini sedang kami rumuskan, terutama tanggung jawabnya apakah kas kelurahan, kabupaten dan kota, atau biayanya berjenjang, dan kami pun sedang mengonsultasilannya apakah pemerintah pusat juga akan tanggung jawab untuk lockdown di level mikro ini," katanya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X