Indonesia Terapkan Normal Baru seperti Singapura, Peneliti: Pemerintah Perlu Perkuat Faskes

Red
- Selasa, 29 Juni 2021 | 14:56 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mengecek kamar rawat karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di  Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Senin (21/6). (SM/Dok)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mengecek kamar rawat karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Senin (21/6). (SM/Dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Upaya pemerintah Indonesia menjalankan normal baru memerlukan empat kunci yang harus diterapkan. Demikian disampaikan peneliti Maarif Institute Endang Tirtana.

Upaya pertama sebagai kunci normal baru yakni menggencarkan vaksinasi COVID-19. Langkah tersebut tengah digenjot oleh pemerintah melalui berbagai sektor.

“Menciptakan herd immunity merupakan langkah awal agar Indonesia bisa segera mencapai new normal. Bahkan saat ini institusi Polri tengah menargetkan vaksinasi satu juta warga per hari, belum lagi Presiden Joko Widodo menargetkan 2 juta dosis vaksin per hari pada Agustus 2021,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Namun, upaya vaksinasi juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Yaitu dengan penerapan upaya kedua, yang meliputi pentingnya menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, makan makanan bergizi, filter Informasi Hoaks (6M).

Baca Juga: Pengadaan Vaksin Covid-19 Mendesak, Jepang Bakal Kirim 2 Juta Dosis ke Indonesia Juli Mendatang

Selain itu, pemerintah menurut dia juga tetap harus memperketat testing (pengetesan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) atau 3T.

“Walaupun nantinya telah terbentuk herd immunity masyarakat tetap harus membiasakan hidup dengan pola 6M. Ini sebagai upaya mencegah terjadinya gelombang penularan secara massal. Selain itu, pemerintah tetap harus menjalankan 3T sebagai langkah pencegahan varian atau virus baru yang mungkin masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Setelah kedua upaya tersebut berjalan, pemerintah tetap harus memperkuat fasilitas kesehatan. Ini kata dia sebagai upaya ketiga agar Indonesia dapat hidup berdampingan dengan virus COVID-19.

Menurut dia jika benar nanti COVID-19 menjadi endemik, maka fasilitas kesehatan harus ditingkatkan untuk mencegah kematian akibat virus tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X