Investasi Bodong Rugikan Masyarakat Rp114,9 Triliun, Masyarakat Pertanyakan Wewenang OJK

- Senin, 28 Juni 2021 | 16:02 WIB
Waspada Investasi bodong/Foto Istimewa
Waspada Investasi bodong/Foto Istimewa


JAKARTA, suaramerdeka.com - Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Dhaniswara K. Harjono menyampaikan bahwa dalam laporannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan investasi bodong telah merugikan masyarakat senilai total Rp114,9 triliun.

Hal tersebut disampaikan saat Webinar bertajuk Menilik Satu Dekade Otoritas Jasa Keuangan yang digelar Magister Hukum UKI, Jumat (25/6).

Meski sudah ada OJK, namun dalam praktiknya di lapangan, kasus-kasus penipuan seperti investasi bodong dan munculnya perusahaan fintech yang menteror kehidupan masyarakat amat sering terjadi.

"Dengan munculnya kasus penipuan pada sektor industri keuangan tersebut, wajar jika masyarakat bertanya apa yang dilakukan OJK selama satu dekade ini? Dimana wewenang OJK ketika kasus-kasus tersebut muncul?," ujarnya.

Baca Juga: Bea Cukai Kudus Amankan 132.000 Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Rp150,9 juta Terselamatkan

Sementara anggota MPR, Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa ide dibentuknya OJK sebagai lembaga independen adalah untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang membelit industri keuangan sehingga negara mampu mengatasi krisis ekonomi pada awal reformasi.

"Ini menjadi pertanyaan kita semua, dimana OJK berada saat terjadi kasus-kasus yang menyangkut lembaga keuangan?" jelas Masinton Pasaribu.

Menurutnya, OJK sejak awal tidak disebut sebagai lembaga negara, sehingga tentu tidak menjadi bagian dari pemerintah. Kedudukan OJK yang memiliki wewenang sangat besar dalam industri keuangan perlu dikritisi dan diawasi terus mengingat satu dekade pembentukan OJK, kasus penipuan yang menyangkut tugas dan kewenangan OJK terus bermunculan.

"Belum lama ini muncul kasus asuransi, ada mafia perbankan, dan lainnya. Harusnya tidak ada lagi itu," tuturnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Said Didu Vs Fahri Hamzah, Beda Pandangan soal KPK

Rabu, 1 September 2021 | 11:34 WIB
X